| Senin, 06 Maret 2006 | BUDAYA |
Audisi Semarang AFI 2006Cara Berpakaian pun Diobok-obokTERKADANG kita dihadapkan dengan dua pilihan sulit. Apalagi jika kedua pilihan itu tak sama enaknya. Tapi tidak bagi Yan Ardy Nehemia (19), salah seorang peserta audisi Akademi Fantasi Indosiar (AFI) 2006. Di hadapan Trie Utami , Noey "Java Jive", dan Arinto, ketiganya juri para akademia, Ardy segera saja membalas kalimat yang dilontarkan Iik, panggilan akrab Trie Utami. "Kamu pilih teriak 'aku lolos audisi' di Simpanglima sambil narik gerobak atau teriak-teriak di SPBU dengan dandanan retro (gaya dandanan tempo dulu) kamu,'' kata Iik. Ardy sempat sejenak diam, sebelum akhirnya berujar: ''Saya pilih teriak-teriak di pom bensin aja deh.'' Ya, nukilan di atas terjadi saat audisi AFI 2006 di Auditorium RRI Semarang, kemarin. Ardy adalah salah seorang peserta yang lolos audisi di antara 160 peserta terseleksi. Selama dua hari digelar, Sabtu-Minggu, terjaring delapan calon akademia untuk Kota Semarang. Selain Ardy, terpilih pula Shandy Eugene Mailuhu yang berusia 21 tahun, Erika Kurniasari (18), Fransiska Rahmawati (23) Riski Putri Amalia (18), Idris Permata (19), Dini Amalia (21), dan Tri Widi Nugroho (20). Mereka boleh dibilang beruntung. Pasalnya, pesaing mereka bukanlah penyanyi kacangan. Kemampuan baik suara maupun penampilan mereka di atas rata-rata. Kendati demikian, tetap saja harus ada yang tersingkir. Sita Perhatian Mulai cara membawakan lagu hingga pakaian yang mereka kenakan tak luput menjadi bahan celotehan juri. Misalnya, penampilan Ardy yang berasal dari Bandungan, Kabupaten Semarang, menjadi bulan-bulanan ketiga juri. Tampil dengan dandanan retro, ia menyita perhatian Iik, Noey dan Arianto. Kemeja ketat, kacamata rayban, dan celana cutbray membuatnya sekilas mirip Glenn Fredly. Terlebih saat masuk dengan menenteng gitar dan melantunkan lagu "KKEB"-nya Andre Hehanussa. Oleh Iik, penampilan Ardy diubah menjadi lebih funky. Kemeja yang semula dimasukkan dengan rapi, dikeluarkan Iik dan diikat di bagian depannya. Ikatan tersebut membuat perut Ardy sedikit terlihat. "Nah, kalau gini kan jauh lebih funky, ya nggak?,'' ujar Iik sembari melirik Noey. Tak hanya penampilan, penjiwaan, pengetahuan dan olah suara peserta menjadi prioritas utama. Mereka diminta untuk membawakan lagu-lagu dengan berbagai aliran musik. Menurut Produser AFI, Zody Basari, AFI kali ini bukanlah ajang coba-coba bagi para pemula. Penjaringan yang dilakukan lebih ketat dari sebelumnya. "Para peserta yang lolos audisi akan menjalani ujian psikotes. Melalui uji ini akan diketahui bagaimana kepribadian mereka sebenarnya,'' kata Zody. Dari situ pulalah akan diketahui apakah mereka pantas untuk meniti karier di dunia musik secara profesional atau hanya sekadar iseng belaka. (Roosalina, Fahmi ZM-45) |