logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 BANYUMAS
Line

Komplotan Penodong Dibekuk

PURBALINGGA - Dua anggota komplotan pelaku penodongan yang beberapa kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Purbalingga dibekuk polisi. Satu di antaranya terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat akan digelandang ke Mapolres. Kedua pelaku pencurian dengan kekerasan itu sudah diincar polisi selama satu bulan.

Dari empat anggota komplotan baru dua orang yang tertangkap yakni Gunawan (26), warga Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet dan Harsito (22), warga Desa Metenggeng, Kecamatan Bojongsari. Sementara itu, identitas dua pelaku lainnya sudah dikantongi polisi. Polisi kini tengah melacak keberadaan keduanya.

Kapolres AKBP Wagimin Wira Wijaya didampingi Kasat Reskrim AKP Mugiman mengatakan, pihaknya terpaksa menembak pantat Harsito, Sabtu (4/3). Siang itu sejumlah polisi menyanggongi rumah tersangka. Namun tersangka sedang pergi ke Cilacap. Polisi pun menunggui rumahnya.

''Sekitar pukul 16.00, tersangka pulang berboncengan dengan seorang pria mengendarai RX King. Melihat ada polisi, tersangka mencoba kabur tetapi bisa ditangkap. Saat akan dibawa ke mobil, tersangka berulah lagi sehingga lepas dari tangan polisi,'' kata Kapolres, Minggu (5/3).

Polisi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Karena tidak mengindahkan tembakan peringatan, polisi akhirnya mengarahkan moncong pistolnya ke arah tersangka. Harsito jatuh terjerembap setelah sebuah timah panas bersarang di pantatnya. Namun anehnya, dia tidak merasa kena tembak.

''Setelah dimintai keterangan di Mapolres selama dua jam, tersangka merasa pegal-pegal di bagian pantatnya. Setelah dipegang, ternyata ada sedikit darah yang membasahi celananya. Saat itu dia baru sadar kena tembak. Tersangka kini dirawat di rumah sakit untuk dikeluarkan peluru dari pantatnya,'' ujar Kapolres. (F10-42v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA