| Senin, 06 Maret 2006 | BANYUMAS |
Pengusaha Diminta Tidak Tergantung ProyekBANJARNEGARA - Kalangan pengusaha di Banjarnegara diminta untuk tidak terlalu tergantung pada proyek-proyek pemerintah. Mereka semestinya lebih kreatif dalam menjalankan usahanya dan jeli melihat peluang bisnis sekecil apa pun. Hal tersebut akan disampaikan Bupati Djasri dalam acara temu usaha di Pendapa Dipayuda, Jumat (10/3). Pernyataan itu dikemukakan untuk menanggapi lontaran sejumlah pengusaha yang menyarankan agar dalam mengerjakan proyek-proyeknya Pemkab memanfaatkan material lokal saja sehingga mendukung perekonomian setempat. Meski melontarkan kritik, Bupati mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan peran kalangan pengusaha dalam membangun Banjarnegara selama ini. Selain itu, juga turut memberikan lapangan pekerjaan kepada anggota masyarakat dan memaksimalkan potensi daerah. ''Banyak potensi daerah yang belum dilirik dunia usaha. Antara lain penanganan objek wisata di Dieng dan sektor perikanan di sekitar Waduk Mrica,'' ujar Djasri. Hasil budi daya perikanan di sekitar Waduk Mrica, ungkap dia, bisa dikembangkan dan didukung dengan mendirikan usaha resto atau rumah makan terapung. Selanjutnya, pengusaha juga bisa membuka jasa transportasi wisata antarobjek wisata di Dataran Tinggi Dieng. Dua contoh itu sangat terbuka untuk dikembangkan kalangan pengusaha. Namun dia juga mengakui, kondisi geografis Banjarnegara masih menjadi kendala untuk mengembangkan potensi yang ada. Letaknya yang jauh dari bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi utama, tandas dia, sedikit banyak berpengaruh terhadap aksesibilitas. Biaya transpotasi dapat bertambah karena letak dan kondisi geografis yang kurang mendukung sehingga investasi kurang bergairah. Untuk itu, perlu kerja sama Pemkab dengan segenap elemen masyarakat agar bisa menciptakan daya tarik dalam meningkatkan investasi. Transparan Pemimpin Cabang BRI Banjarnegara Busrul Iman menyarankan kalangan pengusaha memiliki transparansi rencana bisnis. Sebab, ujar dia, begitu terjadi ketidakjelasan dalam hal aset, jenis usaha, dan juga aliran dana, hal tersebut bisa berakibat pada kredit macet. Jika sudah demikian, tandas dia, yang mendapat imbas tak hanya dunia usaha saja. Namun, dunia perbankan juga turut merasakan dampak negatifnya. Dia menekankan, kucuran kredit yang diberikan pihaknya kepada dunia usaha baik skala mikro maupun lebih besar yang disalurkan lewat unit-unit tak jarang melebihi angka simpanan masyarakat. Untuk itu, pihaknya harus berkonsultasi dahulu dengan Pemerintah Pusat agar dapat mengucurkan kredit kepada masyarakat. Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) Banjarnegara Nur Cahyono mengemukakan, ada empat aspek yang memengaruhi pertumbuhan investasi. Yaitu sumber daya, sarana infrastruktur, keamanan dan kenyamanan, serta sosiokultural. (mos-42j) |