logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 BANYUMAS
Line

''Mumet Kae, Mesti Mumetlah!''

  • Warga Nonton Bareng Chrisjon

KEMERIAHAN menyambut pertarungan wajib petinju asal Banjarnegara, Chrisjon, melawan penantangnya Juan Manuel Marquez di Kutai Kartanegara Golden Gate Arena, juga terasa di Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Desa yang terletak di ujung barat itu adalah tempat kelahiran petinju berjuluk The Dragon tersebut

Sejumlah warga sejak sore sibuk menyiapkan ruangan Balai Desa Gelang bersama sejumlah karyawan RS Emanuel Purworejo Klampok. Mereka akan menggelar acara nonton bareng pertarungan wajib The Dragon di balai desa setempat, Sabtu (4/3).

Mejelang malam, sejumlah warga mulai berdatangan ke balai desa. Mereka tak hanya dari Desa Gelang saja. Banyak pula warga dari desa tetangga, seperti Pingit, Situwangi, dan Rakit yang datang dengan sepeda atau motor. Balai desa yang hanya berukuran 10 x 15 meter itu pun penuh pengunjung. Mereka yang datang awal beruntung bisa duduk di kursi namun yang terlambat harus rela berdiri.

Meski ruangan terasa semakin panas, tak seorang pun yang beranjak dari tempat mereka. Apalagi, saat kedua petinju mulai naik ring dan saling jual beli pukulan. Teriakan dan sorak sorai pun tak terbendung saat pukulan upper cut Chrisjon menghentak lawan. Sebaliknya, tak jarang umpatan juga meluncur dari mulut mereka saat Marquez memukul bagian bawah petinju kebanggaannya. Sejumlah penonton mulai melepas baju mereka karena basah keringat.

Tegang

Memasuki ronde ketujuh, suasana terasa makin tegang. Penonton nyaris lengang dan terpaku pada layar lebar berukuran 2 x 2,5 meter di depan mereka. Waktu itu Chrisjon mulai menurun staminanya dan beberapa kali menerima pukulan keras Marquez. Namun saat berganti ronde dan sebuah pukulan Chrisjon menghantam muka Marquez, para penonton kembali bersorak dan bertepuk tangan.

''Mumet kae, mesti mumetlah. Entongna baen. (Pusing dia, pasti pusinglah. Habisin saja),'' teriak seorang penonton di barisan terdepan.

Riuh rendah luapan emosi warga Kota Gilar-Gilar juga tercurah di Alun-alun Kota Banjarnegara malam itu. Mereka yang berjumlah ratusan orang itu menyaksikan tarung wajib The Dragon pada layar lebar ukuran 4 x 6 meter persembahan BPR Surya Yudha Kencana dan Pertina Banjarnegara.

Sorak-sorai dan yel-yel penyemangat terus membahana saat pertarungan memasuki menit-menit akhir ronde ke-12. Puncaknya, pononton berteriak puas saat hakim pertandingan memutuskan kemenangan angka mutlak untuk petinju kebanggaan mereka. (M Syarif SW-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA