logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 Maret 2006 KEDU & DIY
Line

Dari TTM, Ganti Pasangan, sampai Threesome

PERNAH mendengar TTM? Para anak baru gede alias ABG, remaja, dan mahasiswa tentu tak asing dengan istilah itu. Ya, TTM adalah singkatan dari teman tapi mesra. Istilah itu muncul dan populer setelah dibuat judul lagu oleh duo penyanyi Ratu. Kepopulerannya tak terbatas di kalangan anak-anak muda, tetapi juga bagi orang dewasa dan orang tua.

Namun sebenarnya TTM sudah dikenal jauh sebelum ngetop lewat lagu Ratu. Kalangan penggemar chatting mengenal istilah itu lebih dahulu dalam dunia maya. Berkenalan dan bertemu di dunia maya membuat sebagian berusaha mewujudkan dalam kenyataan. Kemudian dikenallah istilah ngedate, kopi darat, ketemu langsung.

Chatting adalah berbincang-bincang melalui internet. Dalam perkembangan, kini obrolan tak sekadar tulisan. Namun sudah berkembang ke suara dan gambar melalui kamera kecil. Jadi seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain di mana pun sambil saling melihat gambar masing-masing di layar monitor.

Perkenalan tak sebatas persoalan umum, tetapi juga sampai persoalan pribadi. Pertemuan juga tak lagi sebagai teman. Ada yang lebih jauh menjalin hubungan sebagai TTM. Ada sama-sama sudah mempunyai pasangan atau pacar. Namun mereka mau saja berkomitmen menjadi TTM yang tak jauh berbeda dari pacaran.

Itu masih wajar. Sebab, tak sedikit yang kemudian membentuk komunitas TTM, ganti-ganti pasangan, dan sampai ke perilaku menyimpang. Muncullah 2 in 1 atau dikenal dengan sebutan threesome.

Lingkungan

Melati, sebut saja demikian, adalah mahasiswa sebuah PTS terkenal di Yogyakarta. Dia membeberkan perilaku TTM, ganti pasangan, dan threesome untuk komunitas tertentu tak asing lagi. Dia mengakui melakukan ketiganya. Memang, semula sekadar TTM, lantas mencoba bertukar pasangan dengan teman dan akhirnya 2 in 1. Awalnya coba-coba. Namun setelah terbiasa, dia dan teman-temannya enjoy melakukannya.

''Dulu hanya ditawari teman melihat gambar dan film bokep di internet. Lalu coba-coba mencari kenalan, berganti pasangan, eh lama-lama ketagihan. He-he-he. Apalagi rame-rame bertiga asyik juga,'' ujarnya seraya tersenyum.

Threesome bagi masyarakat awam mungkin masih asing. Bagaimana praktiknya? Melati mengungkapkan 2 in 1 adalah berhubungan seksual tiga orang, misalnya Melati dan dua teman laki-laki. Bisa satu perempuan dua laki-laki atau sebaliknya dua perempuan dan satu laki-laki.

Untuk menjaga kerahasiaan, mereka hanya melakukan dengan komunitas sendiri atau malah dengan orang baru. Dengan memilih orang baru, kata Mekar (nama samaran), ruang atau rahasia pribadi tetap terjaga. Cukup sekali threesome, setelah itu mereka mencari kenalan baru lagi.

''Kalau bosan dengan pasangan di lingkungan sendiri, kami mencari kenalan baru melalui chatting. Namun ya lihat-lihat orangnya. Kalau oke, ketemu, kenalan, janjian dan... tahu sendirilah setelah itu,'' ujar mahasiswa sebuah PTS itu.

Soal tempat, bagi Melati dan Mekar, bisa dibilang gampang. Mereka terbiasa melakukan di kamar kos, kontrakan atau hotel. Mereka menujuk salah satu hotel di Jalan Parangtritis. Malam tahun baru juga mereka rayakan di sana bersama sebagian besar orang baru. Di sanalah mereka berganti-ganti pasangan dan melakukan threesome.

''Syaratnya gampang kok. Tinggal membawa pasangan dan di sana tak boleh egoistis. Harus mau ganti-ganti pasangan. Kalau ada yang ingin rame-rame nggak masalah, asal udah sepakat sejak awal,'' kata Melati. (Agung PW-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA