SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 27 Februari 2006

- Dua pekan terakhir, anggota DPRD Solo khususnya Komisi IV, unjuk gigi. Mereka mengoreksi keputusan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga tentang penetapan 28 SD calon penerima dana bantuan revitalisasi Rp 6,1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat 2006. Para wakil rakyat tersebut menilai, keadaan hampir semua SD calon penerima bantuan itu cukup baik. Kalaupun ada yang bangunannya rusak, tidak sampai 60% sebagaimana yang dipersyaratkan. Yang ironis, banyak SD yang kondisi gedungnya lebih jelek justru tidak diajukan sebagai calon penerima dana bantuan revitalisasi Rp 220 juta. Muncul dugaan, ada permainan dari tim seleksi dalam menentukan sekolah-sekolah yang diusulkan.

- Pemerintahan Presiden Gloria Macapagal Arroyo baru saja memberlakukan keadaan darurat di Filipina, menyusul upaya lawan-lawan politiknya untuk menggulingkan dia. Status darurat itu memberi kekuasaan besar untuk menumpas gerakan-gerakan yang membahayakan kedudukannya. Sejauh ini tampaknya dia berhasil. Aksi-aksi turun ke jalan yang juga diikuti mantan presiden Corazon Aquino langsung padam. Padahal, tadinya aksi tersebut diharapkan berkembang menjadi people power yang lain, setelah sebelumnya menumbangkan kekuasaan diktator Ferdinand Marcos (1986) dan Presiden Joseph Estrada (2001). Berkat people power 2001 itulah Arroyo - yang ketika itu wakil presiden - menjadi presiden.

ADA yang menarik dari peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, 21/2/06 lalu. Beberapa mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Peduli SK Gubernur No 895.5/01/2005 menggelar laku pepe di depan halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (SM, 22/2/2006).

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah telah memberlakukan kebijakan penerapan kurikulum bahasa Jawa bagi sekolah lanjutan tingkat atas ( SMA dan SMK ). Hal itu sehubungan dengan imbauan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto, agar bahasa Jawa kembali diajarkan di bangku sekolah.

Kepada pembaca, saya mengetuk hati dan ingin mencari donatur untuk membiayai mengobati hernia saya. Sebagai buruh saya sangat kesulitan mencari biaya operasi. Sedangkan penyakit saya sudah parah dan tak bisa bekerja lagi.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA