| Senin, 27 Februari 2006 | SALA |
Berteduh di Gubuk, Dua Petani Disambar PetirSRAGEN - Dua petani yang berteduh di sebuah gubuk karena kehujanan di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, tewas akibat disambar petir. Korban Lasiman (55) dan Paimin (35) tewas mengenaskan karena luka bakar di sekujur tubuhnya. Sebelumnya, kedua korban membajak sawah. Mereka berteduh di sebuah gubuk, ketika hujan tiba-tiba turun disertai petir. ''Di dalam gubuk di tengah sawah itulah korban disambar petir,'' tutur saksi Supardi, kemarin. Sejumlah saksi berniat menolong korban, dengan membawa ke Puskesmas. Namun, upaya itu sia-sia, karena kedua korban telanjur tewas. Supardi menuturkan, awalnya Paimin diminta Lasiman, Jumat pukul 14:00 membajak sawah menggunakan hand tracktor. Tapi, karena sawah milik Lasiman yang dibajak itu lumayan luas, pemiliknya, yang juga Kaur Kesra Desa Nganti itu, pun ikut terjun membajak sawah secara bergantian. Sebelum pekerjaannya rampung, sekitar pukul 15:00 tiba-tiba turun hujan disertai suara petir. Khawatir tersambar petir, mereka berlindung di sebuah gubuk kecil di tepi sawah, sedangkan hand tracktor berada tak jauh dari gubuk itu. Saat ngobrol di gubuk sambil menanti hujan reda, tiba-tiba kilat menyambar disertai bunyi memekakkan telinga. Luka Bakar Selang beberapa detik kemudian, Paimin dan Lasiman terluka bakar akibat tersambar petir. Pipi Paimin terkelupas dan telinganya mengeluarkan darah segar. Sementara itu, tubuh Lasiman gosong dan pakaian yang dikenakan terbakar. Korban tewas seketika. Sejumlah saksi segera memberikan pertolongan. Karena korban sudah tewas, jasadnya dibawa pulang ke rumah masing-masing. Kabar kematian korban menggemparkan Desa Nganti, Gemolong. ''Saat ke sawah, mereka masih segar bugar kok,'' tutur Sugiyo, tetangga korban. Sebelumnya, musibah orang tersambar petir juga menimpa tiga petani, yang bertugas mengoperasikan mesin perontok padi di Dukuh Klinge, Desa Gringging, Sambungmacan, Jumat (10/2) lalu. Timin (40), tewas seketika, tubuhnya terbakar setelah disambar petir, sedangkan dua rekannya, Nyoto (30) dan Supardi (40), semuanya warga Badan, Combongan, Sukoharjo, lolos dari maut dan hanya mengalami luka ringan. (nin-16h) |