logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Februari 2006 PANTURA
Line

Belajar Berorganisasi, Tingkatkan Kesejahteraan

ANGGAPAN tukang becak sulit diatur tak sepenuhnya benar. Hal itu dapat dibuktikan oleh mereka yang beroperasi di wilayah Tegal Selatan. Dengan penampilan seadanya, 450 orang berkumpul di lapangan Kelurahan Randungunting. Hari itu mereka membentuk paguyuban tukang becak se-Kecamatan Tegal Selatan.

Ada panggung kecil di depan barisan pengayuh kendaraan roda tiga itu yang duduk tertib di kursi. Peserta yang sebagian besar berusia lanjut tampak serius menyimak satu demi satu jalannya acara.

Ada yang masih mengenakan ''seragam'' kerja: celana pendek, kaus singlet, dan handuk kecil terselempang di leher. Beberapa dari mereka tidak mengenakan alas kaki dan busana penutup badan. Mereka juga menyertakan becak yang diparkir di tepi lapangan.

Penggagas acara H Ikmal Jaya menegaskan, keberadaan becak yang terkadang kurang diterima masyarakat harus diubah. ''Sampeyan sedaya ya sedulure inyong lan sedulure kabeh,'' ujar Wakil Bendahara DPC PDI-P itu.

Dia berharap, tukang becak dapat menjadi teladan ketertiban di jalan. Sikap seperti itu akan menimbulkan rasa simpati para pengguna jalan lain.

Yang paling penting, penumpang juga merasa nyaman selama perjalanan. Dampaknya, mereka akan banyak disukai warga.

Demokratis

Pengarahan dilanjutkan dengan pemilihan ketua paguyuban. Melalui musyarawah yang berlangsung demokratis, akhirnya Slamet Kuntono terpilih menjadi ketua.

Pengangkatan dilakukan secara resmi oleh penggagas sekaligus penasihat paguyuban Ikmal Jaya. Acara ditutup dengan pemberian paket sembako. Dengan tertib, mereka berbaris menuju ke lokasi pembagian. Sebelumnya, mereka telah mendapat kupon.

Slamet Kuntono mengemukakan, tujuan pembentukan paguyuban terutama adalah untuk menjalin silaturahmi.

''Selanjutnya, kami akan membuat kegiatan-kegiatan,'' ungkapnya. Salah satunya adalah arisan. Dengan kegiatan itu diharapkan penghasilan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit lebih memberi manfaat.

Ikmal mengungkapkan, saat ini paguyuban tukang becak yang telah terbentuk adalah di wilayah Margadana yang beranggota 280 orang. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membentuk paguyuban serupa di dua wilayah lain, yaitu Tegal Timur dan Tegal Barat.

''Paguyuban ini semata-mata untuk menyejahteraan anggota,'' tandas manajer PO Bus Dewi Sri itu. (Suwandono-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA