logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 SALA
Line

Awak Bus Tawangmangu dan Matesih Mogok Kerja

KARANGANYAR- Ratusan awak bus jurusan Solo-Tawangmangu dan Solo-Matesih, kemarin, mogok kerja. Mereka membiarkan puluhan kendaraan dari beberapa perusahaan terparkir di Terminal Tegalgede, Bejen, Karanganyar. Tak ayal, aksi pada saat jam sekolah dan kantor itu menyebabkan ribuan penumpang telantar. Truk Polres pun dikerahkan untuk mengangkut penumpang di berbagai tempat.

Beberapa awak bus menuturkan aksi itu terpicu angkutan pelat hitam yang menyerobot jalur bus.

Semula angkutan pelat hitam hanya mengangkut karyawan dan penumpang di jalur yang tak memiliki trayek angkutan umum. Namun beberapa waktu terakhir omprengan itu juga mengambil penumpang di jalur yang merupakan rute bus jurusan Solo-Tawangmangu atau Solo-Matesih. Akibatnya, pendapatan awak bus jurusan itu menurun hingga separo.

Pelanggaran itu beberapa kali mereka sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Lalu Lintas Angkutan Jalan secara tertulis. Namun awak bus menilai tak ada langkah apa pun dari dinas tersebut.

''Seharusnya penyerobotan itu tak diperbolehkan. Apalagi pelat hitam bukan untuk mengangkut penumpang. Kalau seperti itu terus bisa-bisa semua penumpang lari ke omprengan pelat hitam,'' ujar Sutarmin HS (40), awak bus Langsung Jaya, kemarin.

Tiga Tuntutan

Ratusan awak bus itu mengajukan tiga tuntutan. Pertama, tertibkan angkutan pelat hitam yang mengangkut penumpang, terutama di jalur Tawangmangu dan Matesih. Kedua, tertibkan trayek. Ketiga, tegakkan pelaksanaan UU tentang Lalu Lintas.

Situasi memanas karena hingga siang aksi tak kunjung usai. Padahal, penumpang yang telantar kian banyak.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres pun menjadi penengah dalam pertemuan antara awak bus dan Kepala Subdinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Sri Ujiyanto di pos polisi Terminal Tegalgede. Sri Ujiyanto menjamin akan ada penertiban terhadap angkutan pelat hitam yang menyerobot jalur bus Solo-Tawangmangu dan Solo-Matesih. Sesuai dengan ketentuan, pelat hitam dilarang mengambil penumpang di jalur mana pun.

Dia mengakui pernah menerima surat awak angkutan mengenai pelanggaran tersebut. Subdinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga pernah membina pemilik kendaraan pelat hitam yang mengangkut peumpang.

Dinas meminta mereka memelatkuningkan kendaraan masing-masing. Namun kendaraan yang dipelatkuningkan memang relatif sedikit.

Awak bus tidak segera membubarkan diri. Mereka melanjutkan aksi di Karangpandan. Di kawasan itu, awak beberapa angkutan pedesaan dan bus tanggung yang merasa jalurnya diserobot angkutan pelat hitam ikut-ikutan mogok. Praktis, hingga jam sekolah usai banyak siswa telantar di terminal dan pemberhentian bus. (G18-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA