| Sabtu, 25 Februari 2006 | SALA |
Panitia Akan Sweeping Peserta TesSUKOHARJO- Menjelang tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), panitia seleksi melakukan berbagai langkah agar tidak muncul persoalan di kemudian hari. Panitia perekrutan akan bertindak tegas bila ada calo dan praktik perjokian. Ujian akan diawasi secara ketat. Panitia juga akan men-sweeping alat komunikasi peserta tes. Ketua Panitia Perekrutan CPNS yang juga Pelaksana Tugas Sekda Haryanto mengemukakan hal itu, Kamis (23/2). Dia menyatakan tak ada toleransi bagi siapa pun yang terbukti melanggar dan tak mematuhi tata tertib. Namun panitia tak mungkin mendiskualifikasi peserta yang menggunakan alat komunikasi seperti telepon seluler untuk perjokian. Soal diskualifikasi masih perlu pembahasan lebih lanjut. Soal tersebut, kata Haryanto yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sugiyanto dan Asisten III Sekda Harry Sutrisno, bisa saja dibahas dalam pertemuan di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 27 Februari. Sekolah Libur Tes yang berlangsung pada Selasa, 28 Februari, dilangsungkan di 60 sekolah serta kantor Kecamatan Sukoharjo, Nguter, Bendosari, dan Grogol. Sebanyak 50 SD hingga SMA dan sederjat untuk tes peserta umum, sedangkan 10 sekolah bagi tenaga honorer. Selama tes, kata Haryanto, setiap sekolah itu diliburkan. Ada 673 ruangan akan digunakan untuk tes. Setiap ruangan diisi 20 peserta. Penerimaan calon pegawai negeri sipil, kata Sugiyanto, berdasar kriteria sesuai PP Nomor 48 Tahun 2005. ''Dengan pola itu, tenaga di luar formasi kemungkinan besar tak dapat diterima.'' Dia menyatakan nomor urut tenaga honorer yang tercantum dalam daftar bukan peringkat, melainkan nomor urut pendaftaran. Kriteria pengangkatan CPNS mengacu ke PP Nomor 48 Tahun 2005, yakni 70% untuk tenaga honorarium daerah dan 30% tenaga umum. Pendaftar di Sukoharjo 13.424 orang. Mereka meliputi 2.809 tenaga honorer dan 10.615 tenaga umum. Lowongan yang tersedia 572. (G11-53) |