| Sabtu, 25 Februari 2006 | SALA |
Bangkai Ayam Dibuang Dekat Permukiman
KLATEN - Puluhan bangkai ayam yang diduga mati akibat virus flu burung dibuang di penampungan sampah Ngingas Kidul, Desa Barenglor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, kemarin. Tak ayal, warga masyarakat pun khawatir tertular virus mnematikan itu. Mereka kemudian mencari tahu siapa pembuang bangkai ayam itu. Kekhawatiran tersebut sangat beralasan karena saat ini sudah lima peternakan di Klaten dinyatakan positif terjangkit virus flu burung tipe H5N1 yang bisa menular ke manusia. Memang sejauh ini belum ada manusia yang positif tertular, tetapi warga desa itu tetap saja khawatir. ''Mungkin ayam-ayam itu dibuang pada malam hari sehingga tak ada yang tahu. Pagi hari bangkai ayam yang sudah bau itu dibuang ke selokan dan dihanyutkan ke selokan besar,'' kata Buyadi (62), warga desa yang menghanyutkan bangkai ayam itu. Dia menuturkan dada sebagian ayam itu terbelah. Ayam ditempatkan dalam karung dan ditinggalkan begitu saja di pembuangan sampah. Mungkin ada pemulung memindahkan ayam ke selokan karena bau busuk yang ditimbulkannya. ''Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya ada yang membuang bangkai ayam dua karung. Namun karena masih baru dan belum bau, bangkai itu diangkut truk oleh sampah,'' ujar Buyadi. Dia menyatakan warga desa memasukkan ayam ke selokan yang melintasi permukiman dan menghanyutkannya selokan besar di depan Kantor Cabang PMI. Hingga sore hari masih ada beberapa bangkai ayam tersangkut kayu. Sebenarnya warga desa khawatir mendekati, apalagi menyentuh, bangkai itu. Mereka takut tertular virus flu burung. Namun karena baunya sangat menyengat, mereka terpaksa menghanyutkan bangkai ayam itu. ''Kami khawatir ayam itu mati akibat virus flu burung. Takut menulari anak-anak. Apalagi anak-anak sering mencari ikan di selokan itu. Kalau bisa pembuang bangkai itu dicari,'' kata warga lain. Ketua RT kawasan itu, Slamet Riyadi, mengakui dilapori soal penemuan bangkai ayam. Warga meminta penemuan itu dilaporkan ke aparat desa agar bisa dicarikan pemecahan. ''Bangkai yang dibuang sekitar 20. Mereka ingin tahu siapa pembuang bangkai itu,'' katanya. (F5-53) |