logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 SALA
Line

Pedagang Minta Pengamanan Ditambah

  • Pasar Darurat Ditempati Awal Maret

NUSUKAN-Selama menempati pasar darurat hingga pembangunan kembali Pasar Nusukan selesai, para pedagang meminta pengamanan diperketat. Terutama di titik-titik rawan karena pasar darurat lebih terbuka.

"Ada banyak pintu masuk dan keluar sehingga peluang pelaku kejahatan beraksi cukup besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kami meminta Pemkot menambah pengamanan di beberapa titik rawan," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Nusukan (Pappan) Aris Suputro kepada Suara Merdeka, kemarin.

Beberapa titik rawan itu, lanjut dia, antara lain ujung selatan Jalan Piere Tendean, Jalan Majapahit, dan Jalan Adisumarmo.

Pemkot diminta menempatkan personel di lokasi-lokasi tersebut, terutama setelah aktivitas pasar selesai atau antara pukul 23.00 dan 24.00.

"Berdasarkan pengalaman saat itu paling rawan terjadi tindak kejahatan," ujar Aris.

Di dalam pasar, kata dia, sudah ada sekitar 13 petugas pengamanan dari Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Surakarta.

Ketigabelas personel tersebut merupakan petugas lama yang menjaga pasar sebelum terbakar akhir Juni 2004 hingga menjelang pembangunan kembali dilaksanakan.

"Meski sudah ada petugas pengamanan yang selalu mengitari pasar setiap malam, pedagang ikut mengamankan lokasi. Beberapa relawan dari kalangan pedagang sudah menyatakan kesediaannya," kata Aris.

Tambahan Personel

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPP Drs Satria Teguh Subroto mengatakan pihaknya akan mengajukan permintaan tambahan 10 hingga 11 personel satuan pengamanan untuk menjaga titik rawan menuju pasar.

"Untuk menghindari hal yang tak diinginkan memang dibutuhkan pengamanan ekstra. Apalagi bangunan pasar darurat terbuka dan banyak pintu keluar-masuk," ungkapnya.

Sementara itu pasar darurat hingga kemarin belum dipergunakan. DPP masih mencocokkan jumlah pedagang los dan kios dengan tempat yang akan digunakan.

"Ini menyangkut orang banyak sehingga harus benar-benar matang. Kami takut nanti geseh (keliru-Red). Kalau memungkinkan maka awal Maret pedagang sudah pindah," jelasnya.

Kemarin beberapa pekerja masih menggarap beberapa bagian, di antaranya lantai. Pekerja lainnya menangani pintu kios.

"Dari investor memang hanya kios bukaan seperti ini, jadi kami harus menambahi pintu sendiri. Dulu tidak ada perjanjian akan dibangunkan pasar darurat sehingga dengan kondisi seperti ini pun kami sudah cukup senang," kata Effendi, pedagang sepatu dan tas saat meninjau kios yang akan ditempati. (G13-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA