| Sabtu, 25 Februari 2006 | SALA |
"Masih Bisa Ditinjau Ulang ..."WALI KOTA Joko Widodo mengatakan belum menerima laporan secara menyeluruh terkait dengan SD-SD calon penerima bantuan revitalisasi dari DAK senilai Rp 220 juta. Dia akan meminta laporan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga serta turun ke bawah untuk melihat langsung kondisi SD-SD, baik yang mendapatkan bantuan revitalisasi dari DAK maupun yang tidak. "Saya tidak bisa memberikan komentar banyak sebelum melihat langsung kondisi SD-SD yang sebenarnya," tuturnya ketika dicegat wartawan usai shalat Jumat di Masjid At Taubat kompleks Gedung DPRD, kemarin. Wali Kota yang akrab disapa Jokowi itu mengemukakan, penetapan 28 SD calon penerima bantuan revitalisasi dari DAK masih bisa ditinjau ulang. Apalagi, hingga kini dananya belum cair. Dalam pembagian DAK itu diharapkan sekolah-sekolah yang kondisinya parah diutamakan mendapatkan bagian. "Tidak ada kata terlambat untuk meninjau ulang," tandasnya. Jokowi meminta semua pihak, khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga serta SD-SD yang menerima bantuan revitalisasi berhati-hati menggunakan uang yang diterima. Sebab, DAK dari pemerintah pusat itu nilainya besar. Kehati-hatian itu tidak hanya dalam proyek-proyek revitalisasi SD, tetapi juga kepada seluruh proyek yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. "Hal itu untuk menjaga kepercayaan atas pemberian bantuan pemerintah pusat. Jangan sampai ada penyimpangan. Memalukan!" tegasnya. (Langgeng Widodo, Anie R Rosyidah-27h) |