logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Gardu

Aniaya Ulu-ulu, Ditangkap Polisi

BUMIAYU - Nasib sial, Selasa (21/2) lalu dialami Toip (45), ulu-ulu (petugas pengatur air-Red) Dukuh Karanganyar, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Ketika dia menunaikan tugas di Blok Semporo, Dukuh Karanganyar, tiba-tiba datang Supriyanto dan tanpa basa basi melayangkan tinju ke kepala korban. Lalu korban pun terjatuh ke tanah. Mengetahui hal itu, pelaku kabur. Akibat tindak kekerasan tersebut, korban mengalami luka di kepala. Untunglah, ada saksi yang melihat kejadian tersebut. Korban kemudian dilarikan ke RS Amalia, Bumiayu untuk menerima pertolongan. Antara korban dan pelaku sekitar 2005 menanam bibit permusuhan karena masalah pembagian air yang dianggap tak adil. Kini pelaku ditahan di Polsek Tonjong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (wh-17j)

Siswa SD Tewas Tersengat Listrik

KAJEN- Syaiful Bachri bin Yatin (13), siswa kelas VI SD Rowokembu I, Kecamatan Wonopringgo, belum lama ini tewas tersengat arus listrik seusai melakukan kerja bakti dalam rangka hari Boden Powell di sekolahnya.

Dari penuturan saksi, sekitar pukul 08.30 Rabu lalu (22/2) korban menuju ke kamar mandi seusai melakukan kerja bakti. Di duga korban tersengat arus listrik ketika akan menyalakan lampu kamar mandi. "Korban tewas setelah dibawa ke RSI Pekajangan," ujar Camat Wonopringgo H Winarno Hadi. Hingga kemarin masih banyak tamu yang datang ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa, salah satunya perwakilan Pramuka Kwartir Daerah Jateng. "Tiap pagi teman-teman korban juga datang membacakan tahlil,"tuturnya.(G16-19)

Istri dan Tiga Anak Hilang

TEGAL - Sucipto (52), warga Jalan Kapuas Gang Kapuas 7, RT 2 RW 5, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Rabu (22/2) sore mendatangi kantor Suara Merdeka. Dia melaporkan istrinya, Siti Maemunah (49), dan ketiga anaknya, R Delon Dumunung Wiyono (8), R Dayung Perkasa Pamungkas (11), dan Doly Putut Chandra Puspita Sulistiawan (22) pergi dari rumah tanpa pesan sejak Sabtu (18/2). Istri keluar rumah sejak pukul 16.00 diikuti ketiga anaknya setengah jam kemudian.

Dia mengira istrinya hendak beli obat di warung tetangga karena sebelumnya mengeluh sakit kepala. Namun, kecurigaannya muncul karena hingga malam sang istri tak pulang. Begitu pula dengan ketiga anaknya. Sampai saat ini mereka belum kembali ke pria yang sehari-hari menjadi paranormal, membantu warga yang sakit. Kejadian istri meninggalkan rumah, ujar dia, untuk kali kedua. Sebelumnya pada 1992 dan ditemukan di Surabaya. Kali ini dia berharap, merka kembali kepadanya. Istrinya memiliki ciri-ciri: fisik kulit kuning langsat, rambut ikal sebahu. Doly berkulit kuning langsat seperti ibunya dan tinggi badan sekitar 170 cm. Sementara itu, Delon dan Dayung berkulit sawo matang. Sucipto berharap, apabila ada warga yang menjumpai istri dan anak-anaknya tersebut dapat memberikan informasi ke 081326395741. (lei-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA