logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

PAN Tidak Mau "Disewa" untuk Pilbup

SLAWI - Hari kedua Musyawarah Cabang (Muscab) II DPD PAN Kabupaten Tegal di Hotel Guci Garden dengan agenda pemilihan ketua, Sabtu ini, menurut perkirakan akan berlangsung ramai.

Itu setelah muncul penegasan Ketua DPD PAN Slawi Johan Firdaus, dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2008 tidak akan merekomendasikan calon dari luar kader partainya.

''Ini sudah penegasan dari DPP dan DPW. Kami tidak ingin dalam pilbup mendatang, kader dari luar menggunakan sarana partai ini untuk mencalonkan diri. PAN akan mencalonkan kader terbaiknya sendiri untuk jabatan bupati atau wakil bupati. Jadi, PAN menolak "sewakan" partai untuk pilbup.''

Ada dua agenda pada hari pertama muscab yang dibuka Ketua DPW PAN Drs H Rojak Raiz, kemarin. Pertama, laporan pertanggungjawaban pengurus periode lama (2000-2005). Kedua, menyusun program partai itu untuk periode 2005-2010.

Tiga Kandidat

Johan Firdaus menyebutkan, hari kedua muscab adalah pemilihan ketua. Ada tiga kandidat yang sudah ditetapkan DPD untuk maju dalam pemilihan. Mereka itu dokter Budi Sutrisno (direktur RSI PKU Muhammadiyah Adiwerna), Dimyati SE MM (ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal), dan Umar Hardi SmHk (ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tegal).

Ketiganya memang masih berstatus calon. Sebab, ujar dia, status resminya belum ditetapkan rapat pleno yang digelar hari ini menjelang pemilihan ketua.

Dalam pemilihan itu, panitia telah mencatat 387 pemilih. Terdiri atas pemilih dari kalangan DPW, DPD, MPP, DPC, Dewan Pimpinan Ranting (DPRt), dan organisasi otonomi (ortom).

Secara terpisah, ketiga calon ketua yang dimintai komentar menyatakan optimistis dapat memenangi pemilihan tersebut. Asalkan, arena demokrasi itu tetap berpegang teguh pada aturan main yang sudah ditentukan. (D12-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA