logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Kafe Gusti Pantai Randusanga Indah

Ikan Bakar di Tengah Deburan Ombak

MENGEMBANGKAN usaha rumah makan atau kafe ternyata tidak sekadar dibutuhkan modal besar saja untuk dapat menarik pelanggan. Namun, beberapa faktor penunjang juga perlu mendukung kesuksesan usaha itu.

Selain menu makanan yang disediakan harus sesuai dengan selera lidah banyak orang, cara penyajian dan pemilihan tempat pun perlu diperhatikan. Karena itu perlu kejelian, ketelitian, kesabaran, dan keuletan dalam menekuni bisnis tersebut.

Seperti yang dilakukan pemilik Kafe Gusti, Slamet Raharjo (45), warga Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Bagi warga Brebes dan daerah sekitar, keberadaan Kafe Gusti di Pantai Randusanga Indah tidak asing lagi.

Selama ini tempat tersebut telah menjadi pilihan yang cocok untuk makan siang terutama mereka yang selalu sibuk dengan aktivitas kerja.

Menurut penuturan Rokimah (35), istri Slamet Raharjo, pelanggan yang datang berasal dari berbagai kalangan, seperti kaum muda, keluarga, dan pegawai. Tidak jarang pula kafenya sering dikunjungi pejabat-pejabat Pemkab Brebes untuk makan siang.

Kafe yang didirikan pada 2002 itu dikelola secara keluarga dengan sajian berbagai menu yang bervariasi. Antara lain cumi-cumi, kepiting, udang, ikan bawal, pihi, dan kerapu. Makanan tersebut disajikan dengan cara berbeda-beda tergantung pada pesanan pelanggan.

Rokimah mengungkapkan, pelanggan yang datang tidak terlalu banyak merogoh kocek. Sebab, untuk menyantap seporsi cumi-cumi goreng hanya dengan harga Rp 25.000 dan seporsi udang Rp 30.000. Sajian itu sudah lengkap dengan sambal yang khas dan nasi putih Rp 2.000/piring.

Makanan lain yang mengundang selera makan siang hari atau malam hari adalah ikan bakar dengan harga Rp 35.000/porsi. "Kafe mulai buka pukul 09.00 hingga pukul 11.00," ujarnya.

Yuli (28), salah seorang pembeli, ketika ditemui menuturkan, alasan memilih Kafe Gusti sebagai tempat untuk makan siang karena menu yang tersedia lezat dan harganya terjangkau.

Selain itu, suara deburan ombak dan angin laut mendukung suasana nyaman sehingga tidak jarang dia dan teman-temanya berlama-lama melepas lelah.

"Di tempat ini, kami dapat duduk santai secara lesehan sambil menikmati pemadangan Pantai Randusanga Indah." (Wawan Hudiyanto-61j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA