logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Tersedia Dana Rp 800 Juta untuk Keruk Pelabuhan

PEKALONGAN - Pendangkalan Pelabuhan Pekalongan cukup memprihatinkan. Balakangan ini, kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan tersebut harus ditarik kapal tunda agar tidak kandas.

Tiga instansi, yakni Pemkot Pekalongan, Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP), dan Perum Prasarana Samudera (PPS) Cabang Pekalongan, dibebani tanggung jawab untuk mengeruk perairan pelabuhan itu.

Kasubag TU PPNP Kardono mengatakan, Kamis (23/2), endapan lumpur di pelabuhan rata-rata 35.000 meter kubik setiap tahun. Untuk pengerukan, Departemen Kelautan dan Perikanan DKP) Pusat menyediakan anggaran Rp 800 juta.

''Dana itu sudah pasti cair, sehingga pengerukan dapat dilakukan secepatnya,'' katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (DPPPK) drh Widagdo menjelaskan, ketiga instansi tersebut bertanggung jawab pada wilayah masing-masing.

Pemkot bertanggung jawab mengeruk muara yang dangkal karena endapan lumpur dari sungai dan dari laut. Untuk pengerukan itu Pemkot menyediakan dana Rp 200 juta.

PPNP punya wilayah pengerukan sendiri, yaitu areal antara muara sungai hingga dermaga. Sementara itu, PPS wajib mengeruk dermaga yang membujur di depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Pengerukan akan dikoordinasikan di antara ketiga instasni tersebut. ''Kalau tidak terkoordinasi, pengerukan akan sia-sia. Sebab, areal yang sudah dikeruk bisa saja terisi lumpur lagi dari wilayah sekitarnya,'' katanya.

Biaya Tambahan

Sementara itu, beberapa pemilik kapal mengatakan pendangkalan perairan pelabuhan memaksa mereka membayar biaya tambahan, berupa ongkos tarik kapal (dengan kapal tunda) dari laut ke pelabuhan atau sebaliknya.

Selama ini setiap kapal yang masuk pelabuhan harus ditarik kapal tunda, dengan membayar Rp 175.000 sekali tarik.

Sebab, dalam keadaan yang sekarang, tidak mungkin kapal bisa masuk sendiri ke pelabuhan tanpa bantuan kapal tunda. Apalagi, sekarang gelombang air laut cukup besar.

Ketua HNSI Cabang Pekalongan Rasjo Wibowo, yang ditemui secara terpisah, berharap pengerukan lumpur di pelabuhan segera dilakukan, sehingga kapal-kapal ikan bisa masuk dan keluar dengan aman.(A15-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA