logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Dipertanyakan, Realisasi Jalan Lingkar Selatan

TEGAL - H Musiran AS, tokoh masyarakat di Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, mempertanyakan realisasi pembangunan jalan lingkar selatan (jalingsel).

Sebab, tanah yang akan terkena proyek jalan tersebut kini dalam keadaan seperti status quo: tidak bisa diwariskan, tidak bisa dibangun, dan tidak pula bisa dijual.

Proyek jalan tersebut akan melewati wilayah beberapa kelurahan, termasuk Sumurpanggang. ''Kalau pun tanah itu akan dijual, pasti takkan laku. Sebab, calon pembeli tahu tanah tersebut terkena proyek jalan,'' katanya, dalam acara tatap muka antara tokoh masyarakat Sumurpanggang dengan Wali Kota Tegal Adi Winarso SSos, Rabu malam (22/2).

Musiran berharap Pemkot memberikan ketegasan, kapan proyek jalan tersebut akan dimulai.

Namun Adi Winarso SSos menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum memikirkan pembangunan jalingsel. Apalagi, pihaknya masih disibukan oleh pembangunan jalan lingkar utara (jalingkut) yang hingga kini belum selesai.

''Yah, mungkin pembangunan proyek jalan lingkar selatan baru akan dipikirkan oleh wali kota mendatang. Wali kotanya bisa saja dijabat oleh Sumito, Wahyudi, Yuswo,'' kelakar Wali Kota, sambil menyebut nama beberapa pejabat yang hadir.

Secara terpisah Kepala Bagian Adminsitrasi Pembangunan Ir Gito Mursriyono mengatakan, tender proyek jalan lingkar utara (jalingkut) Tegal-Brebes sepanjang sekitar 16,8 km baru akan diadakan Maret 2006.

Tender dilakukan oleh DPU Bina Marga Pusat dengan menggunakan sistem lelang internasional. Jika proses tender selesai dan sudah ada rekanan yang menang, pekerjaan pembuatan jalingkut dimulai sekitar Oktober 2006.

Tiga Tahun

Tentang nilai proyek yang akan ditender, Gito tidak bisa menjelaskan. Namun, yang pasti di atas Rp 50 miliar. Sistem lelang internasional diberlakukan, karena nilai proyek di atas Rp 50 miliar.

Proyek tersebut akan didanai dari anggaran APBN serta pinjamandari Asian Development Bank.

Menurut Gito, kalau pembangunannya lancar, jalingkut Tegal-Brebes sepanjang 18,1 km diharapkan selesai sekitar 2008. Pemkot Tegal berkewajiban membangun 1,3 km, dan sisanya (16,8 km) dikerjakan oleh Pemerintah Pusat.

Saat ini Pemkot sedang menyelesaikan pembuatan jalan dan membangun jembatan lintas atas. Anggaran untuk pembangunan diperoleh dari APBD dan bantuan Provinsi Jateng. Pada 2006 ini, Pemkot menyediakan dana Rp 4 miliar.(aj-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA