| Sabtu, 25 Februari 2006 | PANTURA |
Lima Meteran Air PDAM DicuriBATANG - Modus pencurian baru terjadi di Batang. Lima alat pengukur air milik PDAM di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, Jumat kemarin disikat kawanan pencuri. Akibat kejadian itu, pelanggan harus membayar ganti kerugian. Sebaliknya, PDAM kehilangan ratusan kubik air karena mengalir secara liar. Keterangan di lapangan menyebutkan, kejadian itu berawal ketika Jumat pukul 05.00 rumah Jimmy Teguh Pribadi pintunya digedor tetangganya. "Saya kaget. Setelah keluar, pipa PDAM bocor dan dari kedua pipa keluar seperti air mancur. Ternyata, meteran sudah hilang," tutur Jimmy. Setelah itu, dia kemudian mengambil tutup paralon untuk menghentikan air yang keluar. Pagi harinya, dia melaporkan kejadian tersebut ke kantor PDAM. "Sebagai pelanggan, saya berharap PDAM untuk membuat pengamanan. Sebab, jika kehilangan meteran yang harus bertanggung jawab adalah pelanggan." Jimmy menuturkan, pencurian itu diperkirakan dilakukan pukul 03.00. Sebab, pada pukul 02.00 dia bersama istrinya belum tidur. Direktur PDAM H Amien Harsono yang mendapat laporan itu langsung mengecek ke lapangan. Hasilnya, ternyata tidak hanya meteran di depan rumah Jimmy saja yang dicuri. Lima Meteran Air "Setelah kami periksa, di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman terdapat lima meteran milik PDAM yang hilang. Pencurinya benar-benar nekat. Sebab, lokasinya di tepi jalan raya yang selalu ramai dengan lalu-lalang kendaraan," kata dia. Atas kejadian itu, pihaknya sudah melaporkan ke Polres. Alat meter yang dicuri terbuat dari kuningan. H Amien menduga, pencuri meteran air itu juga beraksi di Tegal dan Brebes. Kepada pelanggan, dia mengimbau untuk waspada. "Karena kehilangan meteran air itu menjadi tanggung jawab pelanggan. Hal itu sudah tertera di struk rekening tagihan ataupun pada saat akan menjadi pelanggan sebagaimana tertuang dalam surat perjanjian menjadi pelanggan (SPMP)." (ar-17j) |