logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Pier di Timur Pelabuhan Batang Ambles

BATANG - Muara di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Batang terancam pendangkalan berat. Sebab, tanggul penahan gelombang (pier) sebelah timur ambles sepanjang lebih kurang 10 meter.

Penahan gelombang yang ambles itu akibat konstruksi bangunan bagian bawah tidak kuat menahan hantaman gelombang laut yang sejak awal bulan lalu sangat kencang. Saat ini panjang pier yang ditandai dengan warna merah itu 550 meter. Lebih panjang daripada yang di barat (hijau), hanya 350 meter.

Apabila terjadi musim barat seperti saat ini, hantaman gelombang laut yang datang dari barat segera menghantam tanggul di kiri. Karena itu, tanggul di timur yang lebih panjang dan menjorok ke laut menjadi sasaran hantaman gelombang.

Nelayan khawatir, akibat pier yang ambles itu, jika tidak segera diatasi akan mempercepat pendangkalan di muara. Sebab, gempuran gelombang setiap hari membawa lumpur.

Keropos

Mereka mengharapkan, pemerintah bisa secepatnya memperbaiki tanggul yang ambrol tersebut. Jika tidak, ada kekhawatiran akan merembet semakin panjang. Mengingat, kerangka besi tanggul yang ambles di bagian bawah sudah keropos. Padahal, bangunan itu saling berkaitan.

Selain mengharapkan tanggul yang ambles diperbaiki, para nelayan juga meminta agar menambah panjang tanggul penahan gelombang tersebut. Hal itu perlu untuk mengurangi pendangkalan.

"Harapan kami, pier segera diperbaiki dan diperpanjang sehingga akan memudahkan kapal yang akan masuk untuk membongkar ikannya di TPI Klidanglor atau saat melaut. Selama ini panjang tanggul di barat dan timur berbeda," papar Dasmaun, nelayan.

Panjang pier yang tidak sama itu menyulitkan nelayan kapal yang akan masuk ataupun keluar. Juru mudi harus benar-benar memperhitungkan pusaran gelombang di muara.

"Lengah sedikit kapal bisa oleng tersapu gelombang dan tenggelam," ujar Taryono, juru mudi kapal purseseine.

Dia menuturkan, kapal yang datang dari timur sekarang ini apabila akan masuk ke dermaga harus ke barat dahulu. Selanjutnya, baru bisa masuk ke alur untuk merapat di pelabuhan.

Hal senada juga disampaikan Solekhan, nelayan asal Tuban. Dia menuturkan, saat yang paling sulit berada di pelabuhan Batang adalah ketika akan keluar atau masuk. Pasalnya, panjang pier yang tidak sama itu menyebabkan nelayan harus memutar saat di muara.

"Setiap akan mauk atau keluar, kapal harus ke barat dahulu. Padahal, di muara pusaran ombak sangat kencang. Jika tidak hati-hati, kapal dapat tenggelam seperti yang dialami teman saya Januari lalu," papar dia.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang H Wiharto Saputro didampingi Kasubdin Perikanan Laut Sumito menjanjiak akan memperbaiki pier yang ambles itu. Namun, masih menunggu selesai penghitungan konsultan perencanaan. Dana untuk perbaikan berasal dari Pemprov dan dana penampingan.

"Dana tersebut akan diprioritaskan untuk memperbaiki pier yang ambles. Apabila nanti ada sisa dana, baru untuk memperpanjang yang di barat." (ar-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA