logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Pangkalan Keluhkan Jatah Minyak Berkurang

TEGAL- Sejak setengah bulan terakhir, sejumlah pangkalan minyak tanah di Kota Tegal mengalami pengurangan jatah. Pengurangan dari agen mengakibatkan pangkalan mengurangi jatah ke pengecer demi terbaginya kebutuhan pokok tersebut secara merata.

Pemilik pangkalan di Jalan Serayu, Ny Indriani, terpaksa melakukan hal demikian terhadap pelanggannya. "Pengurangan jatah kami lakukan secara bergantian kepada pelanggan," ujar dia, kemarin.

Jatah dari H Pratomo, yakni agen di Jalan Jalak yang diberikan kepada Indriani saat ini sebanyak 2.000 liter atau sekitar 9 drum. "Per drum berisi kurang lebih 220 liter," tambah dia.

Jatah yang diterimanya saat ini mengalami pengurangan sebesar 500 liter sejak awal bulan Februari. "Semula kami menerima kiriman 2.500 liter atau 11 drum."

Dengan pengurangan jatah tersebut, pihaknya memprioritaskan penjualan kepada pelanggan. "Untuk sementara waktu kami tidak melayani pembeli selain pelanggan," papar dia.

Bahkan, pembelian dibatasi minimal satu drum. Sehingga, konsumen yang berniat membeli minyak dalam jumlah beberapa liter tidak dilayani.

Indriyani menjual satu drum minyak tanah dengan kapasitas 220 liter kepada pengecer dengan harga Rp 506.000, sedangkan harga beli dari agen Rp 485.760. "Harga dari agen Rp 2.208 per liter. Kami menjual ke pengecer Rp 2.300 per liter."

Dia mengaku keuntungan didapatkan maksimal Rp 50 setelah dikurangi susut dan biaya transportasi dari agen ke pangkalan. Kondisi usaha minyak tanah sebelum Oktober 2005 yang dijual Rp 1.000 per liter dirasa lebih menguntungkan dari saat sekarang.

Langka

"Sekarang modal banyak tapi untungnya tak seberapa," keluh perempuan yang sudah tiga puluh tahun menjadi agen minyak tanah itu.

Selama menjadi pemilik pangkalan, dia merasakan berbagai kondisi. "Dulu minyak tidak pernah kurang. Hanya waktu menjelang kenaikan harga BBM Oktober lalu minyak langka," ungkap dia.

Setelah diumumkannya kenaikan BBM, minyak tanah tidak laku. Bahkan, sampai dia kebingungan tidak ada tempat untuk menaruh drum karena setiap hari diantar tapi tak ada pembeli.

"Nah, sekarang ini minyak tanah kembali diburu karena diduga ada pengurangan jatah di seluruh agen dan pangkalan di Kota Tegal," tutur dia.

Data Pertamina menyebutkan bahwa jumlah di Kota Tegal tiga agen, sedangkan pangkalan sebanyak 37.

Suwarto, pengecer asal Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat yang ditemui sedang mengambil minyak tanah di pangkalan tersebut mengatakan menerima jatah separo dari sebelum hari itu.

Jatahnya semula dua drum dengan kapasitas per drum 220 liter. Kemarin dia mendapatkan jatah hanya satu drum. Dia dapat memaklumi hal tersebut karena memang ada pengurangan jatah dari agen ke pangkalan.

Dengan adanya pengurangan jatah tersebut, minyak tanah hanya dapat dijual kepada 30 pelanggan. "Mereka akan menerima satu jerigen berisi sekitar 10 liter sampai 15 liter per orang," ujar dia.

Sedangkan pembeli lain terpaksa tidak dapat dilayani. "Pelanggan banyak yang meributkan jatahnya dikurangi," tambah dia.

Wira Penjualan Depo Pertamina Tegal Ari Anggoro belum berhasil dihubungi. Menurut stafnya sedang ada keperluan dinas di luar.(lei-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA