| Sabtu, 25 Februari 2006 | PANTURA |
Polsek Selidiki Korban TenggelamPEMALANG - Kabar tentang orang tenggelam selama seminggu dan ditemukan masih hidup di Pemalang hingga kemarin masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Mereka setengah percaya dan tidak atas kejadian itu. Ada pula yang penasaran ingin melihat kondisi Edi Sugiat (35) yang dirawat di Poliklinik Muhammadiyah Comal. Sementara itu, Polsek Ampelgading kemarin menurunkan sejumlah aparat untuk mengumpulkan informasi dan data di lapangan. Kapolres AKBP Drs Koeshartono melalui Kapolsek Ampelgading AKP Giatno mengemukakan, atas berita yang menggemparkan itu, pihaknya kemarin menurunkan sejumlah bawahannya untuk meneliti di lapangan termasuk mewawancarai Edi Sugiat. Menurut keterangan Kapolsek, pihaknya hingga kini belum menerima informasi dari para saksi yang melihat saat Edi tenggelam. Memang di masyarakat tersiar kabar ada orang tenggelam selama seminggu dan masih hidup. Namun, belum ada saksi yang melaporkan hal tersebut. "Saat ini (Jumat kemarin-Red) polisi masih terjun ke lokasi untuk mengecek di lapangan kebenaran berita tersebut. Hasilnya belum diketahui karena masih di lapangan," ujarnya, kemarin. Sementara itu, Edi Sugiat yang dirawat di Poliklinik Muhammadiyah kini kondisinya semakin pulih. Dia menuturkan kepada Suara Merdeka, pada Rabu (22/2) siang pergi ke Desa Jatirejo, Kecamatan Ampelgading untuk bertemu dengan temannya, Waryono, yang baru dia kenal di Jakarta. Dia berharap, temannya itu dapat menginformasikan adanya pekerjaan sebagai kuli bangunan di sana. Terpeleset "Ketika saya masih mencari alamatnya, tiba-tiba perut saya mules. Lalu saya mencari tempat di pinggir Sungai Comal untuk buang hajat," ungkapnya. Di pinggir sungai itu dia lalu melepas celananya. Ketika kakinya menginjak tebing sungai tepeleset dan jatuh ke dalam air. Saat itu dia berusaha berenang. Namu tidak bisa karena tangan kirinya sedang sakit lantaran terkilir. Dia lalu tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Dia baru sadar ketika beberapa orang mengangkatnya dari pinggir Sungai Comal di Desa Kebagusan. Berjarak sekitar dua kilometer dari tempatnya tenggelam. Kemudian, dia pingsan lagi dan ketika sadar sudah berada di rumah sakit. Jamal, warga Kebagusan, yang mengaku menyaksikan penemuan Edi mengemukakan, saat itu dia melihat ada orang ramai menemukan korban tenggelam di sungai. Korban yang belakangan diketahui bernama Edi tidak menunjukkan tanda-tanda habis tenggelam selama seminggu. "Tubuhnya terasa dingin dan kotor karena lama terendam air sedangkan kulitnya hitam," ucapnya. Mertua korban, Sutari (51), dan istrinya, Nurchasanah (36), mengatakan, walaupun korban sudah ditemukan tetap akan mengadakan selamatan tahlilan selama tujuh hari. Karena jika tidak diadakan selamatan, korban dapat diambil lagi oleh penunggu sungai. Saat ini sepertinya belum lepas seluruhnya dari pengaruh roh halus. (sf-17j) |