| Sabtu, 25 Februari 2006 | PANTURA |
Peduli PADTOLOK ukur keberhasilan manajemen daerah biasanya dilihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperolehnya. Semakin besar PAD semakin besar pula prestasi keberhasilan manajemennya. Sebaliknya jika PAD rendah dianggap kurang berhasil. Perhatian terhadap PAD ternyata bukan saja milik eksekutif maupun legislatif di Kabupaten Pemalang. Tetapi kaum profesional seperti Dra Diah Erine Pujiati juga ikut bicara soal itu. Dia punya pandangan, dunia senam aerobik dapat pula memberikan kontribusi PAD yang tidak kecil. Wajar saja jika guru dan dosen sebuah perguruan tinggi itu berbicara soal PAD dari sektor kegiatan olahraga itu. Sebab dia tahu banyak apa yang terjadi di dalamnya. Termasuk makin tumbuhnya tempat senam aerobik tidak luput dari pengamatannya. "Saya melihat fenomena itu dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Sayang selama ini tak pernah terpikirkan oleh Pemkab," ucapnya ketika sebagai instruktur dalam lomba senam baru-baru ini. Kenapa dia punya pandangan seperti itu? Menurutnya, tempat-tempat senam aerobik dan fitnes sebenarnya mendatangkan keuntungan yang lumayan. Lihat saja misalnya kegiatan senam yang setiap hari selalu tidak sepi. Setiap tempat/klub menampung peserta ratusan orang. Mereka dipungut biaya yang bervariasi setiap kali mengikuti senam. Padahal hal itu berlangsung setiap hari. Tampil Sehat Namun sampai sejauh ini tidak ada kontribusinya secara finansial terhadap pemkab. Menurut perkiraannya, jika setiap tempat senam dibebani membayar pajak retribusi atau pajak perizinan, tentu hal itu tidak kecil bagi pemasukan daerah. Kegiatan senam aerobik mendapat respons cukup baik dari masyarakat. Terutama para ibu rumah tangga, karyawati pemerintah, swasta dan lainnya. Itu menunjukkan tampil sehat dan segar sangat diperlukan bagi wanita saat ini. Respons masyarakat yang cukup bagus itu nampak dalam setiap kali ada event peragaan atau lomba. Seperti yang terjadi belum lama ini. Ratusan peserta dari berbagai daerah ikut meramaikan suasana. Belum lagi masyarakat umum yang menonton. Maka, tambah Erina, sudah saatnya kegiatan tempat/klub senam diberikan beban menyumbangkan pemasukan kepada daerah. Pertama bisa dilakukan pendataan berapa jumlah mereka. Karena selama ini tidak terdaftar. Berapa pendapatan setiap harinya. Sebab untuk setiap peserta yang mengikuti senam dipungut biaya Rp 4.000 sampai Rp 5.000/orang. (Saiful Bachri-17) |