logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

"Nyong Isin Yen Ora Tertib"

"KYEH, nyong saiki isin yen ora bisa tertib lalu-lintas (Nih, saya sekarang malu kalau tidak bisa tertib lalu lintas-Red)," ungkap Bachtiar (37), tukang becak, kepada rekan-rekannya, kemarin.

Itu setelah dia mendapatkan sebuah kaus hijau tua dan berlengan pendek merah dari Wakapolres Tegal Kompol Drs Susilo Teguh Raharjo SIK di depan pertigaan Taman Bunga (Tambun) Slawi.

Kegiatan mulai pukul 08.30 itu menarik perhatian sejumlah pengendara motor dan angkudes yang melintas di jalur padat tersebut. Mereka kemudian meminta ke Wakapolres agar memberikan kaus dengan tulisan menarik itu. Yaitu yang bertuliskan "Nyong Isin Yen Ora Bisa Tertib Lalu Lintas".

Karena jumlah kaus yang dibagikan terbatas, tidak semua pengendara motor dan angkudes mendapatkannya. "Kami baru bisa membagikan kaus gratis ini untuk tukang becak dan kusir dokar dalam jumlah terbatas. Ya, hanya 1.000 kaus. Sebab, yang sering mangkal di Tambun jumlahnya sebanyak itu," papar Wakapolres Tegal didampingi Kasatlantas Iptu Deddy Nata, kemarin.

Dia mengemukakan, pembagian kaus gratis merupakan program jajarannya bekerja sama dengan pemasaran perusahaan rokok Gudang Garam di Tegal untuk kampanye budaya malu bagi yang akan melanggar aturan lalu lintas.

Selama ini, lanjut dia, jumlah pelanggar dari kalangan tukang becak relatif banyak. Karena memang jumlah angkutan tradisional itu puluhan ribu. "Ini yang lucu. Tukang becak kalau diklakson karena berjalan pada arah yang salah, justru posisinya menjadi di tengah. Kami sudah memberi pengarahan agar mereka paham dan mematuhi ketertiban berlalu lintas," ujar dia.

Hal lain yang ingin dikedepankan dalam kampanye malu itu, antara lain jika kalangan tukang becak tersebut sudah dapat menunjukkan ketertibannya dalam berlalu lintas tentu akan berdampak menimbulkan perasaan malu bagi pengemudi lain. "Pengendara motor, mobil, angkudes, akan risi melanggar jika melihat tukang becak sudah mampu memberi contoh berlalu lintas yang baik. Jadi, kami mulai dari hal yang paling kecil dahulu," tandas dia. Dalam waktu dekat, kaus yang dibagikan akan ditambah lagi. Perusahaan rokok yang diajak bekerja sama masih bersedia memberi dukungan. (Riyono Toepra, Bimo Bayuaji-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA