logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 PANTURA
Line

Harga Gabah Anjlok, Kerugian Rp 1 Miliar

  • 93 Hektare Padi Puso

SLAWI - Harga gabah kering panen (GKP) dalam satu pekan terakhir di Kabupaten Tegal anjlok hingga Rp 1.450/kg dari patokan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 1.730/kg. Kondisi itu membuat petani menanggung kerugian besar.

Seperti dikemukakan Busroni (45), petani asal Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu dan Mulyono (37), petani asal Slawi, harga gabah seperti itu di desa mereka sudah berada di bawah patokan harga yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi serupa juga dialami petani di 10 desa lainnya di Kecamatan Bojong, Bumijawa, Margasari, dan Dukuhturi. Harga gabah yang anjlok itu akibat areal persawahan mereka dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Menurut keterangan Kabid Pertanian dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Perkebunan dan Perhutanan (Tanbunhut) Ir Toto Subandriyo, areal sawah yang ditanami padi dan terkena bencana banjir dan tanah longsor seluas lebih dari 128 ha.

Dari areal seluas itu, 93 ha tanaman padi mengalami puso alias tidak bisa dipanen. Sisanya 35 ha masih bisa diselamatkan. Maksud dia, kendati terkena rendaman air akibat banjir dan tanah longsor, tanaman padi tersebut masih bisa bertahan untuk tumbuh.

Kerugian Rp 1 Miliar

Toto Subandriyo mengungkapkan, akibat bencana alam tersebut, petani di daerahnya menderita kerugian lebih dari Rp 1 miliar.

Dengan perincian, tanaman padi sekitar Rp 850 juta, yang lainnya pisang dan jagung.

Melihat kondisi demikian, instansinya berpendapat, sudah saatnya Bulog atau instansi di bawahnya seperti Subdolog IV/Pekalongan di Tegal segera melakukan pembelian terhadap gabah petani yang harganya sudah di bawah HPP.

Pemkab Tegal, lanjut dia, dalam situasi seperti itu telah menyiapkan anggaran dari APBD II Rp 2,2 miliar untuk membeli gabah petani. Gabah tersebut setelah selesai digiling, berasnya akan dibagikan untuk 10.858 PNS.

Sementara itu, beras yang harus dibeli Subdolog IV/Pekalongan di Tegal diperkirakan 35.000 ton dari lahan sawah 7.000 ha lebih. Dana yang harus dikeluarkan juga besar, lebih dari Rp 56 miliar.

Untuk membantu petani yang tertimpa bencana, Bupati Tegal Agus Riyanto SSos MM telah memberikan bantuan berupa benih padi, pupuk, dan bantuan modal lain untuk membantu biaya produksi. (D12-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA