logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 OLAHRAGA
Line

Arema Gagal Ikuti Liga Champions Asia

  • Merasa Dipermalukan PSSI dan BLI

MALANG-Tampil di Liga Champions Asia yang dijadwalkan berlangsung mulai 8 Maret mendatang kini hanya tinggal angan-angan bagi Arema, setelah ada kepastian mereka didiskualifikasi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Tim berjuluk Singo Edan ini dianggap belum mendaftarkan diri. Persipura juga mengalami nasib serupa.

Kepastian pendiskualifikasian Arema diperoleh Manajer Tim Ir Satriyo Budi Wibawa yang diundang menghadiri pertemuan yang digelar di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia. Pertemuan itu membahas segala hal yang berkaitan dengan jadwal AFC, termasuk menggelar Liga Champions Asia. Pada awal pertemuan sudah ada kejelasan kesebelasan yang bermarkas di Malang tersebut tidak bisa ikut.

"Rabu (22/2) usai makan siang, saya benar-benar terpukul, malu dan kecewa di depan perwakilan klub-klub dari berbagai negara Asia. Kami telah dipermalukan oleh 'otoritas' yang menangani sepak bola di negeri ini. Dalam drawing, Arema sudah dikeluarkan dan disisihkan," kata Satriyo di sela-sela isak tangisnya di sekretariat klub, kemarin.

Otoritas sepak bola nasional adalah PSSI dan BLI. Namun, karena kejengkelannya pada dua lembaga itu, Satriyo tidak mau menyebut nama dua institusi tersebut.

Kronologi

Humas M Taufan menjelaskan kronologinya. Dikemukakan, pada 8 dan 9 Februari perwakilan AFC yang terdiri atas Tom Wheeler, Tham Wan Pei, dan Muhammed Sahrum datang ke Malang meninjau kesiapan Stadion Gajayana dan Kanjuruhan yang direncanakan untuk pertandingan-pertandingan Liga Champions Asia. Mereka didampingi Barry Siho-tang yang ditunjuk oleh BLI sebagai penghubung antara Arema dengan AFC.

"Berkas lengkap kami serahkan pada Barry yang akan menindaklanjuti hingga ke AFC pada 9 Februari. Logikanya berkas itu sudah sampai, karena batas akhir pendaftaran 12 Februari," katanya.

Menurut Satriyo, pihaknya sudah melakukan lobi-lobi ke utusan dari Korea, Kamboja,Thailand dan peserta-peserta lainnya. Mereka juga menghubungi Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang juga putra mahkota Pahang, Abdullah, selain berkirim surat ke AFC agar lembaga ini mengagendakan pencabutan diskualifikasi terhadap Arema.

"Jumat siang saat saya baru saja turun dari tangga pesawat di Juanda, ada dua telepon masing-masing dari putra mahkota Pahang dan Pak Daryoto Setiawan (ketua umum Arema, Red) yang mengabarkan semua peserta sebenarnya menyatakan fight terhadap pencabutan diskualifikasi bagi Arema. Tapi, otoritas Indonesia sendiri doing nothing dan talking nothing. Jadi patut dipertanyakan apa sebenarnya yang diinginkan pengurus otoritas sepak bola di Indonesia," katanya.

Masih dengan mata yang sembap, dia menyatakan pihaknya tidak akan menyalahkan siapa-siapa. Namun, dia berharap pihak yang bersalah untuk mundur.

Diakuinya, dalam pertemuan AFC itu sebenarnya banyak peserta yang belum melengkapi persyaratan. Tetapi, formulir pendaftarannya sudah masuk sesuai jadwal. Sedangkan dari Arema belum dimasukkan sama sekali. Padahal beberapa waktu lalu AFC sudah mengirim 15 bola merek Nike - yang dibuat di Pakistan - sesuai standar FIFA untuk sarana berlatih menjelang Liga Champions Asia digelar.

Sebenarnya Arema akan menjamu Tobacco Monopoly Thailand pada 8 Maret, sementara 12 April menghadapi Tokyo Verdy Jepang, dan 17 Mei menerima kedatangan Ulsan Hyundai Horang-I. (jo-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA