logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 NASIONAL
Line

Presiden Resmikan Satelit Telkom-2

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat kemarin meresmikan pengoperasian Satelit Telkom-2 di Stasiun Pengendali Utama (SPU), Kelapa Nunggal, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Satelit yang diluncurkan di Kourou, Guyana, Prancis tersebut merupakan satelit pengganti Satelit Palapa B4, yang mempunyai cakupan operasional lebih luas lagi.

Satelit yang baru itu, cakupan operasionalnya meliputi seluruh negara ASEAN, India, bahkan sampai ke Guam yang merupakan wilayah Amerika Serikat. Satelit itu juga dirancang berusia operasi sampai 15 tahun.

Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak antipati terhadap teknologi komunikasi, hanya karena takut terkena efek negatif yang mengikutinya.

''Suatu bangsa tidak akan pernah menjadi maju kalau tidak berani menentukan pilihan dan tidak berani menghadapi risiko. Risiko kita ambil, kita kembangkan dan aplikasikan teknologi ini,'' kata SBY.

Namun Presiden menyadari bahwa kemajuan teknologi yang dicapai juga akan membawa berbagai dampak negatif. Dampak negatif yang menyertai keberadaan satelit komunikasi di antaranya adalah cyber crimes, untuk menyebarkan pornografi dan kejahatan perbankan.

''Menghadapi hal itu, semua pihak hendaknya meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat pertahanan diri secara fisik dan mental. Saya yakin, bangsa kita punya kearifan menilai dan menentukan pilihan. Kebijakan dalam membangun komunikasi satelit domestik bukan mengada-ada. Kita akan terus kembangkan sistem komunikasi satelit yang lebih cangih, sejalan dengan perkembangan teknologi mutakhir,'' tuturnya.

Menurut Presiden, keberadaan satelit pertama di Indonesia -yaitu Satelit Palapa A1- mempunyai nilai tersendiri bagi bangsa Indonesia. Kegunaannya yang semula untuk keperluan komunikasi telepon, radio atau televisi, akhirnya membawa dampak positif yang mengikutinya, seperti membantu tugas umum pemerintahan, pertahanan dan keamanan, memperlancar aktivitas perdagangan antardaerah, hubungan sosial dan budaya masyarakat yang pada akhirnya menuju kepada mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara itu, menurut press release PT Telkom, dengan Palapa A1 tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara berkembang yang memiliki satelit sendiri, dan juga tercatat menjadi negara ketiga di dunia setelah Amerika serikat dan Kanada yang mempunyai Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD).

Usai peresmian tersebut, Presiden juga melakukan televideo conference dengan empat unsur pemerintahan daerah yang terletak di ujung wilayah NKRI, yaitu Pulau Miangas, Sulawesi Utara (batas paling Utara NKRI), Kota Sabang NAD (paling Barat), Merauke,Papua (paling Timur), dan Atambua, NTT (paling Selatan).

Pada acara peresmian tersebut, sound system yang digunakan tidak beres, sehingga menyebabkan mikrofon yang digunakan Presiden dan pejabat tinggi RI lainnya ngadat. Bahkan, saat Presiden akan memberikan sambutan sempat terdengar bunyi yang menggelegar.

Walaupun mikrofon yang digunakan tidak sempurna sampai akhirnya mati, namun Presiden meminta agar pihak Telkom tidak merasa bersalah. (F4-49a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA