| Sabtu, 25 Februari 2006 | INTERNASIONAL |
Bagdad Berlakukan Jam MalamBAGDAD - Pemerintah Irak memberlakukan jam malam untuk wilayah Bagdad, Jumat kemarin. Kebijakan itu bertujuan menghentikan konflik sektarian menyusul serangan bom yang menghancurkan Masjid Kubah Emas di Samarra Rabu lalu. Aksi-aksi kekerasan telah menewaskan lebih dari 130 orang sejak pengeboman masjid suci Syiah itu. Konflik sektarian tersebut merupakan ujian terbesar bagi pemerintahan yang didominasi Syiah dan pasukan Irak yang dilatih Amerika Serikat. AS dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendukung upaya-upaya untuk mencegah pecahnya perang saudara di Irak. Washington mencurigai pengeboman Masjid Kubah Emas itu dilakukan oleh jaringan Al Qaedah. Presiden AS George W Bush mengimbau semua pihak bersikap tenang. Utusan PBB mengundang semua pihak untuk berbicara mencari jalan keluar bagi konflik sektarian terburuk di Irak tersebut. Para politikus Suni kemarin memutuskan keluar dari perundingan untuk membentuk pemerintahan koalisi baru hasil pemilu Desember lalu. Muslim Syiah Iran berpendapat, serangan bom itu didalangi oleh Amerika. Namun Barat justru mencurigai Teheran berperan dalam pengeboman itu. Alasannya, Iran berusaha mengalihkan tekanan dan perhatian pada negara tetangganya tersebut. Sejumlah ulama terkemuka, termasuk Ayatollah Ali al-Sistani, berusaha meredam kemarahan kaum militan Syiah. Namun dia dikhawatirkan tidak mampu mengendalikan seluruh militan Syiah. Buktinya, serangan-serangan terhadap masjid-masjid Suni terus berlangsung. Pasukan Amerika berusaha tidak terlibat terlalu jauh dalam mengendalikan keamanan setelah pengeboman di Samarra. Namun tujuh serdadu AS menemui ajal dalam dua serangan Rabu lalu.(rtr-ben-25) |