logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 INTERNASIONAL
Line

Jual Organ Tubuh, Empat Orang Diadili

  • 1.077 Jenazah Jadi Korban

NEW YORK - Empat orang pria Amerika diseret ke pengadilan karena secara ilegal telah mengambil keuntungan dengan menjual organ tubub manusia dari 1.077 jenazah selama empat tahun terakhir. Organ tubuh dari mendiang penyiar radio asal Inggris Alistair Cooke termasuk yang "dijarah" para pedagang organ itu.

Keempat pria tersebut termasuk pimpinan sebuah perusahaan yang menjual organ tubuh manusia untuk terapi pencangkokan. Mereka kini dituntut dengan pelanggaran berupa kerja sama kejahatan kedokteran, tindakan pengangkatan organ dan jaringan tubuh tanpa dasar hukum serta pemalsuan. Para pakar bahkan menyebut perbuatan mereka sebagai "terorisme medis".

Jaksa penuntut mengatakan, keempat orang tersebut bekerja sama dengan sebuah rumah duka di Brooklyn untuk mendapatkan tulang belulang, organ manusia dari jenazah yang ditangani pemakamanannya oleh rumah duka tersebut. Oleh mereka, jenazah tersebut didaftarkan diri seolah-olah sebagai donor organ manusia.

Jaringan dan organ manusia tersebut kemudian dijual melalui lembaga gelap yang menyalurkan kebutuhan organ dan jaringan manusia misalnya pasien yang membutuhkan operasi perbaikan panggul.

Banyak dari jenazah di rumah duka tersebut dijadikan "donor tak resmi" yang meninggal akibat penyakit atau usia tua. Salah seorang di antaranya adalah Cooke, pembawa acara televisi program "Masterpiece Theather" dan dikenal dengan karya jurnalistiknya yang disiarkan oleh stasiun televisi BBC Amerika. Cooke meninggal dunia pada tahun 2004.

Selama penyelidikan sepanjang 15 bulan upaya yang dilakukan tim penyelidik termasuk penggalian enam jenazah.

Diganti Plastik

Pihak berwajib juga menemukan jenazah yang diambil bagian tulangnya dan diganti dengan pipa plastik untuk mempertahankan penampilan fisik para jenazah.

"Tulang dan jaringan diambil dari jasad seseorang kemudian diganti dengan pipa plastik," kata jaksa wilayah Brooklyn, Charles Hynes. Bagian tubuh manusia tersebut telah dijual ke seluruh negara bagian Amerika.

"Hal yang paling mengganggu adalah bagian dan organ tubuh manusia tersebut diperjualbelikan tanpa melalui pemeriksaan medis terlebih dahulu. Jadi, jaringan maupun organ tersebut tidak diketahui apakah merupakan jaringan yang sehat dan tidak rusak serta memenuhi standar prosedur kesehatan dan transplantasi, " kata Hynes.

Hynes mengatakan, dia belum mengetahui sudah berapa banyak dilakukan transplantasi jaringan tubuh manusia sebelumnya.

Kasus ini juga melibatkan nama-nama antara lain dokter gigi Michael Mastromarino, kepala rumah duka Joseph Nicelli, Lee Crucetta dan Christopher Aldorasi.

Tuntutan yang paling berat dari kejahatan tersebut adalah pelanggaran hukum dengan ancaman hukuman 25 tahun penjara.

Para pengacara yang akan mendampingi keempat terdakwa tak dapat dihubungi untuk dimintai keterangannya.

Hynes mengatakan, kelompok tersebut mendapatkan jasad antara lain dari sebuah rumah duka (rumah pemakaman) Daniel George & Sons.

Surat keterangan kematian dan formulir para korban dipalsukan agar calon pembeli melihat seolah-olah para korban telah menyatakan diri ingin menjadi donor dan bersedia memberikan organ maupun bagian tubuhnya untuk kepentingan kemanusiaan.

"Secara garis besar, dari penyelidikan ditemukan jasad-jasad tersebut dibuat lebih muda usia dan sehat didalam surat keterangan tersebut." kata Kepala Kepolisian New York Ray Kelly.

Hynes mengatakan, keempat orang tersebut diperkirakan telah mengantongi keuntungan masing-masing sebesar dua juta dolar AS (Rp 18,4 miliar) melalui kegiatan tersebut.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA