| Sabtu, 25 Februari 2006 | EKONOMI |
sekilas ekonomiBank Mega Lakukan Right IssueJAKARTA-Bank Mega melakukan penawaran umum terbatas (right issue) II sebanyak 200,054 juta saham, dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga penawaran Rp 2.500 per saham. Demikian prospektus Bank Mega yang disampaikan kepada BEJ, kemarin. Sekretaris perusahaan Bank Mega, Rizal Yamin, mengatakan, right issue tersebut mempunyai rasio 57 : 8. Artinya setiap 57 pemegang saham lama berhak membeli 8 saham baru. Ditambahkannya jumlah saham yang ditawarkan dalam right issue tersebut berasal dari portepel. Rencananya pencatatan saham right issue itu di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Saat ini modal dasar perseroan sebanyak 1,8 miliar saham yang terdiri dari modal disetor sebanyak 1,425 miliar saham. Modal disetor ini terdiri dari PT Para Global Investindo milik Chaerul Tanjung sebanyak 816,517 juta saham dan masyarakat sebanyak 608,871 juta saham. Sementara sisanya saham dalam portepel (yang belum digunakan) sebanyak 374,611 juta saham. (ant-59) Undian "Rejeki Durian Runtuh BNI" BANDUNG- BNI akan menggelar pengundian grand prize "Rejeki Durian Runtuh" bagi para pemegang Tabungan BNI Taplus, Sabtu (25/2) di Bandung. Pengundian ini untuk memilih pemenang utama senilai Rp 1 miliar di samping sejumlah hadiah uang yang berjumlah menggiurkan. Seluruh pemegang tabungan Taplus dengan jumlah saldo tertentu berhak mengikuti undian tersebut. Menurut Direktur Konsumer BNI, Achmad Baiquni, program tersebut merupakan wujud syukur atas kepercayaan dari nasabah. Acara yang akan dimeriahkan pula oleh penampilan Kris Dayanti itu, diundi pula undian bulanan program sejenis, pemenang Festival Imlek dan tukar Kartuplus dengan BNI Card yang bakal mendapat hadiah Toyota Kijang Innova. (dwi-59) Strategi Diversifikasi di Perusahaan SEMARANG-Strategi diversifikasi yang dilakukan perusahaan berpengaruh pada pengembangan suatu perusahaan. Dr Dra Sulastri ME MKom dalam ujian promosi doktor Undip pada Kamis (23/2) menyatakan, dalam kurun 1993-2001 rata-rata pertumbuhan perusahaan industri di Indonesia sangat signifikan. Perusahaan manufaktur yang paling agresif melakukan pengembangan bisnis dengan diversifikasi pada kurun 1950-2002, yakni Astra Internasional Tbk, Smart Agro Industri, Tempo Scan Pasific, Indo Mobil Sukses Makmur, Indofood, Gajah Tunggal, HM Sampoerna, Modern Photo, dan Kalbe Farma. Menurut perempuan yang menulis disertasi berjudul ''Pilihan Strategi Diversifikasi dan Implikasinya: Sebuah Pengembangan Model Teoritik Studi Empirik pada Perusahaan Go Publik di Indonesia'' itu, aset strategi yang cukup potensial dalam penentuan pilihan diversifikasi adalah aset finansial, reputasi, pengalaman, karakteristik lingkungaan, dan orientasi perusahaan. ''Aset yang dimiliki sangat berkait dengan potensi ekonomis baik dari sinergi operasional, finansial dari masing-masing kategori,'' kata Dosen FE Universitas Sriwijaya Palembang yang akhirnya lulus dengan predikat cum laude dalam ujian yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Jalan Imam Bardjo Undip. (H7-33) |