logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 25 Februari 2006 EKONOMI
Line

IMF Pesimistis, RI Tetap Optimistis

  • Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA- Pemerintah optimis bahwa pernyataan Dana Moneter Indonesia (IMF) tidak akan memberi pengaruh apapun bagi pemerintah. "Mereka tidak akan berpengaruh apa-apa, tapi ini bisa memberi konsumsi yang tidak baik ke publik," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan proyeksi yang dipasang IMF dalam Public Information Notices (PINs) itu adalah "nada" IMF yang pesimistis, seperti pada pertumbuhan yang diproyeksikan 4,5-5 persen padahal APBN 2006 menargetkan 5,9-6,2 persen, serta konsumsi masyarakat yang diproyeksi 2,5 persen padahal pemerintah menargetkan sekitar 4 persen.

"Tetapi saya optimis dengan target-target pada 2006," katanya.

Mengenai defisit yang semakin besar, dikatakannya, hal itu memang akan terjadi karena adanya luncuran atau carry over dari tahun anggaran sebelumnya yaitu sekitar Rp 12,9 triliun.

"Kalau defisit kita pertahankan tetap di bawah 1 persen karena nanti akan dilakukan penghematan terutama pada pembiayaan," katanya

Dia menambahkan kini yang dilakukan IMF tidak lagi post-program monitoring, tetapi post-program dialog.

"Jadi kita akan berdialog dengan IMF tentang pendapat mereka yang pesimistis atas angka-angka pada 2006," jelasnya.

Meski tidak secara eksplisit mengatakan akan menolak rekomendasi IMF, dia mengisyaratkan pemerintah akan memperbaiki pandangan IMF tersebut.

"Kita masih punya kesempatan terbuka untuk memberi pandangan ke IMF atas pandangannya yang pesimis itu," katanya.

Demikian pula dengan asumsi APBN 2006 yang menurutnya masih bisa dicapai menginagat kuartal pertama yang masih belum berakhir.

Sementara itu, Menko Perekonomian, Boediono mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2007 akan berada di atas enam persen mengingat kondisi ekonomi makro yang diperkirakan akan berhasil.

"Inflasi 2007 akan di bawah delapan persen. RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2007 memang belum final, tapi diperkirakan sekitar enampersen lebih," kata Menko di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan seluruh asumsi makro untuk RKP 2007 akan lebih tinggi dari asumsi APBN 2006.

Bahkan, menurutnya, target pertumbuhan ekonomi pada 2007 diperkirakan mencapai 6,4 persen, padahal pada 2006 target pertumbuhan ekonomi hanya 6,2 persen. (bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA