| Sabtu, 25 Februari 2006 | EKONOMI |
Sekecil Apa pun Iklan, Jangan Dianggap RemehSEMARANG-Bagaimana cara mempengaruhi orang lain terhadap suatu produk? Atau bagaimana cara memenangi persaingan antarproduk di pasar? Jawabnya: beriklanlah. Segala hal tentang pentingnya beriklan ini dibeberkan dalam talkshow Marketing Gathering bertema ''Beriklan Atau Mati'' yang dipandu moderator Vice President IMA Jateng Adi Ekopriyono di Kafe Delima Hotel Graha Santika Kamis (23/2). Pengurus Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat AM Adhy Trisnanto mengatakan, orang lain tak akan tahu tentang sesuatu bila sesuatu itu tidak pernah diberitahukan kepada orang lain. Karenanya cara berupaya mengomunikasikan brand yang dimiliki adalah tindakan advertising atau mengiklankan diri. Untuk beriklan perlu juga memahami trik-trik. Sehingga tidak terkesan asal-asalan saat menempatkan sejumlah dana anggaran untuk iklan. Iklan dipahami sebagai investasi jangka panjang. Karenanya seberapa besar manfaat dan hasilnya tidak dapat dirasakan dalam sekejap waktu. ''Yang terpenting mengetahui target pasar yang akan dibidik, sehingga dalam memilih media beriklan pun tepat,'' katanya. Ia menjelaskan awalnya iklan hanya sebuah pengumuman. Namun dalam era penuh persaingan seperti saat ini, materi iklan telah berkembang pesat. Berbagai media dan bentuk materi iklan sungguh bervariasi. Begitu pula dengan tarif yang dikenakan dalam beriklan. ''Tarif iklan murah di media nasional belum tentu menjamin efektivitas sebuah iklan. Namun bila medianya terhitung lokal tapi memiliki segmen pasar jelas, maka bisa jadi media ini lebih efektif,'' tambahnya. Bisnis Kreativitas Bila keberhasilan iklan ini bisa dirasakan, kata dia bukan tidak mungkin iklan akan menjadi bak candu yang sulit untuk meninggalkannya. Sementara itu, Ernie Firmianti, Executive Director Brand Concept Communication menawarkan konsep pemasaran true the line. Iklan adalah bisnis kreativitas. Karenanya yang dijual perusahaan iklan adalah ide-ide. Untuk mengukur ide ini dari sisi nominal uang maka akan relatif. Pasalnya, iklan yang nampaknya dibuat sederhana dan berbiaya minim, nyatanya bisa mendongkrak penjualan suatu produk. Hal ini karena ide yang ditawarkan perusahaan itu bisa diterima masyarakat. ''Sekecil apa pun iklan yang dipasang, semisal iklan kecik, jangan dianggap remeh. Karena bagi sebagian orang, iklan-iklan tersebut bisa menjadi sesuatu yang ditunggu,'' katanya. (mhr-33) |