| Jumat, 24 Februari 2006 | NASIONAL |
Sudarli Baru Latihan Servis AC
SUASANA duka menyelimuti rumah Jami'an (70) di Dusun/Desa Wanutunggal, Kecamatan Godong, Grobogan, sepanjang Kamis (23/2). Seluruh anggota keluarga di rumah itu kehilangan salah satu kerabat yang dicintainya. Sudarli (26), putra bungsu Jami'an dari tujuh bersaudara itu, dipastikan menjadi korban tewas akibat ledakan di Menara Batavia kawasan Jl KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/2). Siang itu, keluarga besar Jami'an tengah menunggu kedatangan jenazah dari RSCM Jakarta. Terlihat jelas wajah-wajah yang disaput duka menyesaki rumah itu. Jenazah korban sampai di rumah duka sekitar pukul 13:30. Proses pemulangan jenazah mengalami keterlambatan. Mobil ambulans yang membawa korban terhenti selama dua jam, lantaran mengalami kecelakaan di Pemalang. "Kami mengalami kecelakaan di Pemalang sekitar pukul 08:00," kata sopir ambulans Subagyo di rumah duka. Kecelakan terjadi, ketika mobil ambulans itu tertabrak sebuah sepeda motor yang dinaiki dua orang berboncengan. Dalam kejadian itu, seorang pengendara motor mengalami patah tulang kaki. Karena itu, pengemudi ambulans harus berurusan dengan aparat kepolisian setempat. Sesaat setelah jenazah tiba di rumah duka, sontak Jami'an lunglai. Ia tidak berdaya menyaksikan peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans. Salah seorang kakak korban berteriak histeris dan jatuh pingsan menyaksikan korban ketika peti itu dibuka. Sekitar pukul 14:30, jenazah korban dikubur di tempat pemakaman umum desa setempat. Jami'an mengungkapkan rasa sedih atas kematian anak bungsunya itu. Lelaki itu telah ditinggalkan istrinya untuk selama-lamanya, sejak Sudarli masih kecil. "Perasaan kula mboten karuan (perasaan saya tidak menentu)," katanya pelan, nyaris tak terdengar. Keluarga itu memiliki tujuh anak yang semuanya laki-laki. Hendak ke Yogyakarta Asrori (42), kakak korban mengatakan, sebenarnya adiknya itu baru mengikuti pelatihan servis AC di perusahaan tempatnya bekerja. Rencananya, setelah mahir memperbaiki air conditioner (AC) ia akan ditarik bekerja di sebuah perusahaan serupa di Yogyakarta. Namun, baru beberapa bulan mengikuti pelatihan, Sudarli yang pernah mengenyam pendidikan STM Nusantara, Kuwaron, Kecamatan Gubug, itu meninggal secara tragis. Sebelum di Jakarta, ungkap dia, sebenarnya korban pernah bekerja di Lamongan, Jawa Timur, bersama kakaknya. Namun pemuda itu ingin menambah pengalamannya dengan bekerja di Ibu Kota. Tetangga korban, Suroto (40) mengaku terkejut mendengar kejadian tragis yang menimpa Sudarli. Korban dikenal baik di masyarakat. Selain itu, dia juga aktif mengikuti organisasi kepemudaan. "Dia itu orangnya baik dan terdidik," katanya. Sebagaimana diberitakan, ledakan di Menara Batavia terjadi sekitar pukul 15:20 Rabu (22/2). Dua orang dipastikan tewas, dan tiga orang luka-luka akibat kejadian tragis itu. Ledakan itu bersumber dari sebuah ruang basement yang mengakibatkan sejumlah kaca pecah. Selain Sudarli, korban tewas lainnya bernama Yayat Rubayat (30), asal Sukajaya, Purwakarta, Jabar.(Aris Mulyawan-60a) |