logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 24 Februari 2006 MURIA
Line

PLTU Tanjung Jati B Selalu Bersikap Terbuka

JEPARA - Manajemen PLTU Tanjung Jati B Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara bertekad menjadikan kawasan megaproyek itu sebagai bagian dari titik pengembangan masyarakat (community development) terutama untuk warga sekitar. Secara tegas manajemen menyatakan bersikap terbuka jika ada masyarakat yang ingin menjalin komunikasi dalam rangka pengembangan.

Dalam beberapa waktu terakhir, meski proyek PLTU masih dalam taraf konstruksi, manajemen membuka keran dialog bersama pemerintah daerah atau aparat desa setempat. Caranya dengan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas kegiatan atau masalah yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan proyek. "Semaksimal mungkin kami bisa membina hubungan dengan masyarakat baik di bidang keagamaan, sosial maupun pendidikan. Kami tidak ingin proyek ini menjadi berdiri sendiri dengan bersikap tak acuh kepada warga sekitar. Sebisa mungkin proyek ini bisa menjadi bagian dari titik community development," papar Sriwijaya Mertonegoro, direktur PT Yudha Sakti Utama (YSU) - perusaaan yang bertanggung jawab atas keamanan proyek PLTU Tanjung Jati B - di sela-sela kunjungan para pelajar SMP Negeri 3 Kembang ke lokasi Tanjung Jati B, Kamis (23/2).

Didampingi Maksum, staf Sumitomo, kontraktor proyek, Sriwijaya mengemukakan, bisa memahami suara-suara negatif masyarakat atas proyek tersebut. Namun jika masyarakat datang ke PLTU untuk mengetahui sistem kerja instalasi serta manfaatnya bagi masyarakat, suara negatif itu akan bisa dikurangi. "Kami terbuka kepada masyarakat yang ingin mengetahui PLTU sebenarnya termasuk para pelajar. Ini bagian dari open management kami," tandasnya.

Pada Kamis kemarin, puluhan pelajar SMP Negeri 3 Kembang berkunjung ke lokasi PLTU. Mereka diterima langsung Site General Manager PLTU Tanjung Jati B Tanimoto dan beberapa staf. Para pelajar diajak untuk melihat dari dekat beberapa bagian dari instalasi, seperti bahan bakar batu bara, boiler untuk menghasilkan uap, turbin uap, generator, kondenser, dan beberapa peralatan lain. Dari kalangan pelajar, kunjungan pelajar ini adalah yang kesekian kali.

Sebelumnya sudah ada tiga rombongan yang berkunjung, yaitu dari SMAN 1 Bangsri, SDN Tubanan, dan SMPN 2 Kembang. "Sekolah-sekolah biasanya berkirim proposal lantas kami tindak lanjuti dan menerima mereka," ujar Sriwijaya.

Dengan melihat dari dekat, masyarakat dan pelajar bisa mendapatkan pengetahuan baru dan bisa menjadikannya sebagai motivasi untuk belajar.

Dia mengakui, saat ini masih ada protes dari masyarakat terkait dengan suara gemuruh dan dampak-dampak lain saat uji coba instalasi. "Mereka yang merasa dirugikan, tetap kami bantu. Bantuan kami tidak berupa uang tetapi bantuan-bantuan yang bersifat bisa memiliki nilai tambah bagi pengembangan masyarakat," ujarnya.

Pada akhir pekan ini, manajemen akan memberikan layanan pengobatan gratis ke masyarakat Dukuh Sekuping termasuk menyelenggarakan pengajian rutin di daerah sekitar setiap sebulan sekali. (H15,kar-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA