| Jumat, 24 Februari 2006 | MURIA |
Awali Musim Tanam II Petani Kesulitan ModalKUDUS - Musibah banjir yang mengakibatkan kerusakan area sawah dan gagal panen merupakan ancaman serius bagi petani untuk mengawali musim tanam (MT) II pada awal Maret nanti. Pasalnya, mereka tak mendapatkan pemasukan sehingga tak mempunyai modal untuk menanam lagi. Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus Hadi Sucahyono mengemukakan hal tersebut, Kamis (23/2). Menurut keterangan dia, memang tak semua petani mengalami gagal panen. Akan tetapi, jumlah mereka yang terlilit masalah permodalan juga tak sedikit. "Banyak anggota KTNA yang tak punya modal untuk mengawali MT II," ujarnya. Biasanya, lanjut dia, jika petani tak mempunyai dana untuk mengawali tanam, mereka akan meminjam ke sejumlah lembaga perkreditan. Termasuk meminjam kepada para pemilik modal perseorangan. Belum Terbayar Namun karena utang untuk MT I 2005-2006 banyak yang belum terbayar, mereka juga harus dapat meyakinkan pemberi pinjaman lagi. Untuk mengawali tanam hingga tanaman padi mencapai umur sekitar 20 hari, biasanya mereka membutuhkan dana sekitar Rp 1.500.000/ha. Alokasi dana tersebut dihabiskan untuk pembelian bibit dan pengolahan tanah. Untuk satu hektare lahan setidaknya dibutuhkan bibit 25-30 kilogram. Harga per kilogram Rp 3.200. "Tentunya, para petani tersebut mengharapkan bantuan permodalan dengan persyaratan yang tak memberatkan sehingga mereka dapat kembali memulai usahanya bertanam padi," ungkapnya. (H8-54j) |