logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 24 Februari 2006 MURIA
Line

Membolos, 11 Pelajar Terjaring

JEPARA - Empat pelajar SLTP dan tujuh pelajar SLTA di kawasan kota, Kamis (23/2) pagi terjaring razia yang dilakukan aparat Satpol PP Pemkab Jepara. Mereka yang semua berseragam sekolah terjaring di dua tempat terpisah. Sebagian mereka nongkrong di Jembatan Sekembu, Desa Mulyoharjo, dan sebagian lagi di rumah biliar Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara. Dari 11 pelajar itu, satu di antaranya perempuan.

Di kawasan Jembatan Sekembu, razia yang dilakukan 15 aparat dari dua regu dipimpin Kasi Pembinaan dan Operasi Kantor Satpol PP Suprayitno AMPd, berlangsung pada pukul 08.30. "Saat kami tiba di lokasi, ada salah seorang dari mereka (pelajar) yang berlari dengan mencebur ke sungai karena ingin menghindar. Namun, akhirnya tertangkap dan bergabung bersama lainnya," tuturnya.

Setelah itu, lanjut Supriyatno, operasi dilanjutkan ke Desa Kuwasen. Beberapa siswa berseragam sekolah kedapatan sedang bermain biliar. "Enam bola biliar dan tujuh stik kami sita dari lokasi," ujarnya.

Mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan dan menerima pembinaan. Petugas pagi itu juga memanggil guru bimbingan dan konseling (BK) dari lima sekolah untuk turut serta dalam melakukan pembinaan kepada para siswa di kantor Satpol PP.

Kepada pembina dari Satpol PP dan guru BK, sebagian siswa itu mengaku pagi hari memang berangkat dari rumah untuk bersekolah namun kemudian malah keluyuran. Sebagian lagi, mereka datang ke sekolah tetapi setelah ganti jam pelajaran mereka membolos. Dalam pemeriksaan itu, aparat mendapati salah satu tas dari pelajar SLTA berisi satu buah kondom. Dari tas salah satu siswa lainnya didapati sebuah VCD lagu-lagu dangdut.

"Kami berharap, orang tua dan sekolah memperhatikan pelajar yang membolos tersebut. Beberapa kali dalam razia yang kami lakukan, para siswa itu sering kedapatan keluyuran di objek-objek wisata atau tempat-tempat nyaman lain pada saat jam sekolah. Apalagi setelah melihat apa yang mereka bawa, seperti kondom, ataupun bermain biliar seperti itu. Ironisnya lagi, mereka berseragam. Inilah yang perlu mendapatkan perhatian dari orang tua dan sekolah," tandasnya. (H15-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA