logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 24 Februari 2006 MURIA
Line

Sejumlah Perusahaan Besar Ditengarai Cemari Lingkungan

KUDUS - Sejumlah perusahaan besar di Kota Kretek ditengarai masih belum memperhatikan pengelolaan lingkungan secara baik, terlebih dalam penanganan limbah. Kondisi itu terkait dengan laporan dari masyarakat kepada anggota DPRD Kudus. Bahkan, sejumlah warga merasa terganggu atas pencemaran dari limbah aktivitas produksi perusahaan.

Masalah tersebut terungkap dalam rapat kerja Komisi C DPRD Kudus dengan sejumlah perusahaan dan instansi terkait, Rabu (22/2), di ruang sidang komisi gedung DPRD. Tampak hadir dalam raker, perwakilan sejumlah perusahaan besar di Kota Kretek, seperti dari PT Djarum, PG Rendeng, Enggal Subur Kertas, PT Pura Group, PT Kurnia Alam Persita, PT Perumnas, Sukun Group, PR Djambu Bol, dan PR Nojorono.

Pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi C Harirotus Sa'adah itu dibicarakan mengenai kontribusi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan di Kudus, sekaligus klarifikasi pihak perusahaan terkait dengan pengaduan warga.

"Kami mendengar keluhan sejumlah warga atas penurunan kualitas lingkungan sekitar permukiman akibat kegiatan perusahaan. Aduan yang masuk itu antara lain kerusakan jalan di lingkungan pabrik, drainase buruk, pencemaran air, dan penurunan kualitas udara," ungkap dia.

Dia pun meminta perusahaan agar berkomitmen dalam mewujudkan kualitas lingkungan yang lebih baik. Lebih jauh dia berharap, terjadi peningkatan alokasi dana perusahaan untuk pengelolaan lingkungan. Dana tersebut harus dipergunakan untuk mendukung langkah konkret dalam pengelolaan lingkungan.

Berkait dengan masalah tersebut, perwakilan perusahaan mengemukakan, selama ini telah ada program yang berorientasi pada perbaikan kualitas lingkungan. Lebih lanjut mereka mengemukakan, perusahaan pun sepakat menjadikan lingkungan Kota Kretek menjadi lebih baik.

Setiap perwakilan perusahaan dalam forum tersebut juga menjelaskan upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi limbah. Mereka juga menjelaskan instalasi pengolahan limbah yang ada dalam pabrik. (tik-15m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA