| Jumat, 24 Februari 2006 | KEDU & DIY |
''Jualan di Ketep Pass Perlu Ditata''BOROBUDUR - Objek wisata Ketep Pass mulai kemarin dikelola bersama Pemkab Magelang dengan Pemprov Jateng. Perjanjian kerja sama itu ditandatangani Gubernur H Mardiyanto dan Bupati H Singgih Sanyoto. ''Jika airnya kurang dan WC-nya mampat misalnya, menjadi tanggung jawab badan pengelola,'' ujar Gubernur seusai meresmikan proyek-proyek bantuan Gubernur 2005, Rp 6 miliar lebih, di depan kantor Kecamatan Dukun. Dia memuji Ketep Pass sebagai objek wisata yang spektakuler. Dalam tiga tahun ini, perkembangannya begitu pesat. Menurut pandangannya, masalah yang selalu terjadi dalam pengembangan objek wisata adalah kehadiran pedagang kaki lima (PKL). ''Saya tahu, di Ketep makin hari kian banyak orang yang mau berjualan. Ini harus ditata dan dibatasi. Saya minta ini diatur badan pengelola agar tertib,'' ujarnya. Dia mengungkapkan, pengelolaan Ketep Pass harus profesional agar ke depan menjadi pilihan utama kunjungan wisata di Jateng. Gubernur mengemukakan, dahulu ketika melihat Borobudur sulit ditata, dana pengembangan pariwisata dialihkan ke Ketep. ''Hendaknya hal itu dijadikan sebagai pelajaran bersama. Jika mau baik, harus mau ditata,'' tandasnya. Berpikir Jernih Dia menilai, masalah Borobudur tak kunjung selesai. ''Sebab, ada orang yang senang jika tidak selesai,'' ujarnya. Tentang berita tanah longsor di Ketep, Gubernur minta insan pers berpikir jernih dengan mengurangi pemberitaan spektakuler dalam arti negatif. ''Tolong juga angkat berita yang positif. Anane mung elekke thok. Padahal sing apik yo akeh.'' Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Wibowo Setyo Utomo mengatakan, Ketep Pass tahun lalu dikunjungi 446 wisatawan. Tahun ini diperkirakan naik menjadi 600.000-an orang. Target pemasukan tahun ini dari objek wisata itu lebih kurang Rp 1 miliar. Sebab, 2005 bisa Rp 635 juta. Sementara itu, Bupati Singgih Sanyoto mengemukakan, proyek-proyek yang dibiayai dana bantuan Gubernur 2005 antara lain pengaspalan jalan Borobudur-Bigaran, Elo-Jetis-Pucang, peningkatan jalan Muntilan-Talun. Kemudian pembangunan tempat parkir subterminal Ketep, renovasi bendungan dan irigasi Silumut di Bandongan, serta renovasi padepokan Tutup Ngisor Sumber Dukun dan Gerakan Masyarakat Cinta Air di Dukun. (pr-39j) |