logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 24 Februari 2006 KEDU & DIY
Line

Atlet Cacat Setyo:

Jangan Hitung Apa yang Tak Ada

SIAPA bilang penyandang cacat tidak dapat berprestasi? Buktinya Setyo Budi Hartanto (20). Difabel dari Desa Bumiayu, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung ini dapat menorehkan prestasi di tingkat Asia Tenggara. Melalui atletik cabang lompat jauh, dia meraih medali emas pada Kejuaran Olahraga Penyandang Cacat se-Asia Tenggara III atau 3rd ASEAN Para Games di Manila, Filipina, Desember 2005.

Selain meraih medali emas dengan lompatan sejauh 6,4 meter, atlet yang sejak lahir tidak dikaruniai lengan kiri tersebut juga meraih medali perak dari cabang sepak bola pada event yang sama. Sebelumnya, ketika membela kontingen Jateng dalam Pekan Olahraga Penyandang Cacat Nasional (Porcanas) XII 2004 di Palembang, dari cabang lompat jauh dia menyumbangkan medali perak.

''Semula saya memang memiliki hobi sepak bola. Namun, oleh pembina saya di Solo diarahkan untuk berlatih lompat jauh,'' tutur atlet dengan tinggi 173 cm dan berat 57 kg itu.

Selepas lulus dari SMA Muhammadiyah 1 Temanggung pada 2004, anak Muhtarom (49) dan Muzaidah (45) yang bekerja sebagai pedagang ikan asin di Pasar Selopampang itu, masuk ke Rehabilitasi Penyandang Cacat Dokter Suharto Surakarta. Karena posturnya yang tinggi, Azis, seorang pemandu bakat sekaligus pembinanya, mengarahkan Setyo untuk menekuni lompat jauh.

Ternyata pilihan itu tidak keliru. Sebab, dengan potensinya Setyo kemudian dapat mengembangkan diri dan meraih prestasi. ''Semua ini berkat latihan keras, dukungan dan bantuan para pembina serta juga kemudahan-kemudahan yang diberikan Tuhan,'' ujar sulung dari tiga bersaudara itu.

Setyo yang kini tengah menyiapkan diri untuk mengikuti ajang Fespic Games (kejuaraan olahraga penyandang cacat tingkat Asia) Desember 2006 di Malaysia berpesan kepada sesama difabel untuk berupaya meraih prestasi. ''Teman-teman tidak perlu menghitung-hitung apa yang tidak ada pada diri kita tetapi manfaatkan dan kembangkanlah apa yang tersisa pada diri kita untuk meraih prestasi.''

Sementara itu, atas prestasinya ini Pemkab Temanggung memberikan piagam dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Wakil Bupati (Wabup) Irfan yang menerima Setyo di ruang kerjanya, Rabu (23/2), menyerahkan penghargaan itu.

Pada kesempatan itu Wabup menekankan, agar tidak menilai penghargaan itu dari jumlah nominalnya tetapi sebagai bentuk kepedulian Pemkab atas prestasinya. Wabup mengungkapkan, prestasi yang telah Setyo raih tidak saja mengharumkan nama Temanggung tetapi juga Jateng, bahkan bangsa dan negara kita. ''Tetaplah giat berlatih dan berusaha untuk terus meningkatkan prestasi. Juga, tularkan prestasi tersebut kepada yang lain sehingga dari Temanggung ini akan lahir 'tambang-tambang emas' berikutnya.'' (Henry Sofyan-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA