| Jumat, 24 Februari 2006 | INTERNASIONAL |
Banyak Warisan Peradaban Islam yang HancurPERANG telah memporakporandakan Irak. Tak hanya dalam tataran nilai sosial politik, tetapi juga budaya. Ketika Amerika Serikat membombardir Bagdad, kehilangan yang juga sangat berharga adalah hancurnya infrastruktur dan kekayaan budaya Islam. Peninggalan sejarah dan budaya Islam yang sudah berabad-abad tersimpan di sana ikut hancur. Serangan bom terhadap Masjid Kubah Emas, masjid suci muslim Syiah, Rabu lalu adalah kehancuran untuk kesekian kalinya bagi peninggalan sejarah Irak. Masjid Al Askari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas adalah tempat suci kaum Syiah Irak. Masjid ini terletak di Kota Samarra. Masjid yang dibangun pada tahun 944 ini merupakan salah satu masjid terpenting bagi umat muslim Syiah. Di dalamnya terdapat makam Ali al-Hadi dan anaknya Hassan al-Askari yang merupakan Imam ke-10 dan ke-11 kaum Syiah. Kubah emas masjid ini pernah direnovasi pada tahun 1905. Balutan emas sebanyak 72 ribu keping membuat masjid ini tampak berkilauan jika dilihat dari angkasa. Tinggi kubah itu mencapai 68 meter dengan diameter 20 meter. Sebelumnya masjid ini telah berulangkali mengalami serangan bom. Berikut adalah beberapa peninggalan sejarah dan budaya Islam di Bagdad yang hancur dan musnah akibat perang. Perpustakaan Negara Ribuan manuskrip kuno di perpustakaan ini rusak ketika bangunan tersebut dibakar pada masa Perang Teluk Persia kedua. Masjid Al Khadimiya Masjid ini terletak di barat laut Bagdad dan merupakan salah satu bangunan keagamaan Syiah terpenting di Irak. Masjid selesai dibangun pada 1515. Imam ke-7 (Musa ibn Jafar al-Kazim) dan ke-9 (Mohammad al-Taqi) dimakamkan di sini. Museum Mosul Museum Mosul, yang tak kalah terkenal dibandingkan dengan Museum Nasional Irak di Bagdad, tidak luput dari penjarah segera setelah pasukan Amerika menduduki kota itu. Berbagai peninggalan, dari benda perhiasan, ukiran, arca, sampai naskah kuno, hilang atau rusak berat. Patung Raja Saqnatroq II, yang usianya lebih dari 2.000 tahun, pun lenyap. Perpustakaan Manuskrip Saddam Sebanyak 40 ribu manuskrip bersejarah turut hangus saat perpustakaan ini luluh lantak karena terbakar pada April 2003. Museum Nasional Irak Museum yang berada di Bagdad ini merupakan museum terpenting di Irak karena menyimpan berbagai koleksi peninggalan penting jaman Mesopotamia kuno - yang termasuk peradaban paling awal. Di antara lebih dari 170.000 barang di museum itu terdapat benda antik seperti Vas Uruk dari batu pualam putih yang berasal dari tahun 3.500 Sebelum Masehi. Museum tersebut juga berisi lembaran tulisan kuno yang berbentuk baji dan belum diterjemahkan. April 2003 lalu, seluruh isi museum ini dijarah hingga tak bersisa. Istana Al-Zohur Istana yang merupakan tempat tinggal keluarga kerajaan Irak hancur diterjang bom pada invasi AS di Irak tahun 2003. Universitas Mustansiriya Universitas ini dibangun pada tahun 1234 dan dibom pada 23 Maret 2003. Museum ini sebelumnya juga dibom pada Desember 1998. Kuil Ziggurat Dinding dan bagian atas kuil peninggalan peradaban Sumeria, abad ke-20 SM ini rusak. Di masa silam, kuil ini dikelilingi pepohonan. Ziggurat sendiri berarti tinggi, melambangkan gunung. Menurut kepercayaan masyarakat Irak kuno, dewa-dewa turun ke bumi di puncak kuil, sehingga para pendeta pun harus mendaki lereng kuil. Di zaman Kerajaan Assiria dan Babilonia, sekitar abad ke-15 SM, kuil itu tetap memegang peran penting dalam kehidupan spiritual masyarakatnya. (Acik/PusdokSM-25) |