logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SALA
Line

Jamasan Kiai Pamot Belum Mampu Undang Wisatawan

KARANGANYAR - Pelaksanaan ritual jamasan pusaka Kiai Pamot dan beberapa pusaka yang digelar Pemkab Karanganyar di pendapa rumah dinas Bupati Karanganyar, akhir pekan lalu, berlangsung sederhana. Sayangnya, acara yang pada tahun lalu digelar meriah dan diramaikan dengan kirab kereta kuda tersebut berkesan kurang gereget.

Disinggung mengenai hal itu, Bupati Karanganyar Rina Iriani menyatakan dari awal Pemkab memnag berniat menggelar acara tersebut secara sederhana. Namun ia membantah jika hal itu menghilangkan gereget atau kesakralan acara tersebut.

''Acara digelar sederhana karena sense of crisis atau rasa kepedulian terhadap situasi sosial secara global ataupun di Karanganyar khususnya. Untuk apa perhelatan mewah jika masih banyak balita menderita gizi buruk yang membutuhkan bantuan,'' ujarnya, akhir pekan lalu.

Bupati mengemukakan, pada tahun sebelumnya acara digelar meriah dengan tujuan menarik wisatawan sehingga setiap tahun mereka mengetahui jika pada bulan Sura terdapat acara atraksi Garebek Sura yang salah satunya adalah jamasan pusaka.

Bupati mengakui, tujuan acara ritual tersebut belum berhasil mengundang wisatawan, baik yang berkelompok maupun perseorangan untuk hadir dalam acara itu.

''Seharusnya acara semacam ini masuk dalam kalender wisata tahunan sehingga turis berdatangan. Selain itu, juga masuk dalam leaflet-leaflet tempat tujuan wisata sebagai bentuk promosi. Selama ini sepertinya hal itu belum dilakukan,'' imbuhnya.

Adapun acara jamasan itu dimulai dengan lung tinampan atau serah terima pusaka Kiai Pamot dari Bupati Karanganyar Rina Iriani kepada abdi dalem Rekso Warastro dari Pura Mangkunegaran yang akan melaksanakan jamasan.

Selanjutnya, pusaka yang masih ditempatkan dalam wadah berupa kotak kayu itu dikirab mengelilingi halaman pendapa rumah dinas, barulah pusaka tersebut dijamasi oleh tiga orang abdi dalem Rekso Warastro disaksikan sejumlah tamu undangan seperti utusan dari Pemprov Bali, Wakil Bupati Sekda Karanganyar Kastono DS, dan beberapa tamu lain.

Setelah delapan pusaka dijamasi, sebagian tamu undangan menuju Kompleks Candi Cetho untuk menghadiri perayaan Hari Saraswati yang dirayakan umat Hindu. (G18-36n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA