| Senin, 20 Februari 2006 | SALA |
Talut Talang Irigasi Sugihan Ambrol
WONOGIRI - Talut (penguat tebing) talang air irigasi Sugihan di Desa Banyakprodo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri ambrol tergerus luapan air yang melimpah dari bangunan saluran. Bila tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan terjadi kerusakan fatal pada bangunan induk talang airnya. Kalangan petani pengguna air irigasi Sugihan mengatakan, bangunan talut itu ambrol saat turun hujan deras berkepanjangan yang menyebabkan luapan air di saluran irigasi melimpah dan menggerus talut di bagian kanan tersebut. ''Petani di sini berharap kerusakan itu segera diperbaiki. Sebab bila tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan mengancam bangunan induk talang airnya,'' ujar Warto dan Parno. Mantri Pengairan Kecamatan Tirtomoyo Joko Sutomo mengatakan, talang air beserta bangunan pengaman sayapnya yang ambrol itu dibangun pada 1985. Fungsinya adalah mengalirkan air irigasi dari Dam Sugihan ke hilir. Total kemampuan oncoran Dam Sugihan mencapai 505 ha untuk persawahan di lima desa di dua wilayah kecamatan. Yakni di Desa Dlepih, Wiroko, Tirtomoyo, Banyakprodo (dalam wilayah Kecamatan Batuwarno) dan Desa Kudi di Kecamatan Batuwarno. Talang air yang talutnya ambrol itu berfungsi mengalirkan air oncoran di atas aliran Kali Maling Mati, terutama untuk oncoran ke sawah petani di Desa Banyakprodo (209 ha) dan sawah di Desa Kudi (61 ha). Joko juga mengatakan, bangunan yang ambrol itu perlu secepatnya diperbaiki sebelum volume kerusakannya meluas. ''Kalau dibiarkan berlarut-larut, bahayanya dapat mengancam bangunan talang airnya. Bila sampai merusak talang airnya, akan berdampak fatal karena pasokan air irigasinya tidak lagi bisa dialirkan ke hilir. Itu artinya, akan ada sekitar 270 hektare sawah di hilir yang terancam kekeringan,'' paparnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Kasub-Dinas Pengairan Kabupaten Wonogiri, Ir H Suprapto MM dan Gatot Haryadi ST mengatakan telah menerima laporan tentang ambrolnya bangunan talut sayap talang air Banyakprodo di Kecamatan Tirtomoyo. Untuk menyikapi laporan tersebut, telah diturunkan tim teknis pimpinan Ir Heru ST MT untuk mengecek lokasi sekaligus melakukan pengukuran volume kerusakannya sebagai dasar merancang rencana perbaikannya kembali. Dari hasil pengecekan, dicatat volume kerusakan memanjang 15 meter dan tinggi 7,5 meter. Suprapto menuturkan, untuk percepatan perbaikan, pihaknya akan segera melaporkan hal itu kepada Bupati. Di Wonogiri, saat ini ada lima bangunan sarana irigasi yang rusak akibat bencana alam dan mendesak untuk diperbaiki agar tidak meluas dan sawah petani tidak kekeringan. (P27-36n) |