logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SALA
Line

Slamet Paryanto Ketua DPC PDI-P

BOYOLALI - Seperti telah diduga sebelumnya, mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-P, Kecamatan Kota Boyolali, Slamet Paryanto, akhirnya terpilih sebagai Ketua DPC PDI-P Kabupaten Boyolali periode 2006-2011 dalam konfercab yang berlangsung Sabtu lalu di Wisma Puri Putri Boyolali. Slamet mendapat dukungan mutlak 18 PAC, sedangkan Sumarsono Hadi hanya mendapat dukungan 1 suara.

Kemenangan Slamet sebenarnya sudah terlihat sebelum konfercab. Di tingkat ranting dia mendapat dukungan 251 ranting dari 267 ranting yang ada di kabupaten tersebut. Dengan kemenangannya itu, pelaksanaan konfercab sebenarnya hanya tinggal mengukuhkannya saja.

''Saya ucapakan selamat semoga PDI-P di bawah kepimipinan Slamet lebih kompak dan solid,'' kata mantan Ketua DPC PDI-P Probo Suhartono yang sengaja tidak mencalonkan diri.

Dalam konfercab yang dipimpin Wakil Ketua DPD PDI-P Jateng Bimo Putranto itu sekaligus juga dilakukan pelantikan pengurus yang terdiri atas 11 personel. Selain itu, juga dibahas program kerja.

Probo mengatakan, pelaksanaan pemilihan pengurus dari tingkat desa dan kecamatan berjalan aman dan lancar. Selain itu, dia juga tidak pernah mendengar adanya benturan. ''Saya menilai Boyolali satu-satunya DPC PDI-P di Jateng yang paling aman dan lancar dalam pelaksanaan konfercab,'' jelasnya.

Probo mengharapkan kepengurusan PDI-P periode mendatang tidak melupakan atau meninggalkan tokoh-tokoh senior. Bagaimanapun, kelahiran PDI-P di Boyolali itu berkat jasa tokoh senior. Karena itu, mereka perlu dilibatkan atau dimintai pertimbangan dalam penentuan garis kebijakan partai.

Dia mengatakan, meski tidak mencalonkan, bukan berarti dirinya keluar dari PDI-P. Partai telah membesarkan dirinya sehingga sampai kapan pun dia tidak akan pernah keluar dari keanggotaan. Kepada Bupati, Muspida, dan masyarakat luas dia menyampaikan permohonan maaf bila dalam masa kepemimpinannya ada kesalahan yang disengaja atau tidak sengaja.

''Manusia tidak bisa dilepaskan dari kesalahan. Karena itu, bila ada yang merasa tersinggung dan sakit hati atas gaya kepemimpinan saya, sekali lagi dengan tulus saya mohon maaf,'' kata Probo yang pada Pemilu 1999 sukses mengantarkan PDI-P Boyolali meraih 18 kursi. (shj-36n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA