logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SALA
Line

Di Kedungombo Ikan Berlimpah tapi Tak Ada Sarana Penjualan

IKAN berlimpah namun tak ada sarana penampungan. Itulah yang terjadi di perairan Waduk Kedungombo, khususnya di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Musim penghujan memang menjajikan bagi nelayan di waduk tersebut. Dengan elevasi genangan yang tinggi, pada perairan waduk memang banyak ditemukan berbagai jenis yang siap jaring

Hanya masalah yang hingga kini belum tuntas diselesaikan dan masih menjadi kendala petani adalah sarana pemasaran atau tempat pelelangan ikan (TPI). Sejak puluhan tahun lalu, nelayan menjual ikan dengan caranya sendiri, yaitu dibawa ke pasar umum dan didatangi tengkulak. ''Akan lebih baik jika kami memasarkan ikan di TPI sehingga tengkulak tinggal memilih sendiri ikan yang masih segar,'' ujar Nardi, salah seorang nelayan di Kedungombo.

Pada musim penghujan, keuntungan menjual ikan dari hasil tangkapan ikan di Waduk Kedungombo cukup menjanjikan. Paling tidak dalam satu hari mereka bisa mendapat keuntungan bersih Rp 25.000-Rp 30.000. Keuntungan itu sebenarnya bisa lebih tinggi jika ada sarana TPI. Selama ini, para tengkulak hanya membeli ikan kepada nelayan yang bisa dijangkau dengan motor dan mobil. Dengan demikian, pembelian ikan tidak merata.

''Kalau disediakan sarana penampungan untuk menjual ikan keuntungan bisa lebih tinggi di samping tengkulak bisa memilih ikan yang segar,'' kata dia. Dia menyebutkan, dalam sehari ikan yang ditangkap para nelayan di Kedungombo ratusan kuintal.

Sudah Diusulkan

Camat Kemusu Drs Luwarno mengemukakan, sejak dahulu masalah yang dihadapi nelayan di Waduk Kedungombo adalah sarana penampungan penjualan. Mereka mengharapkan agar pemerintah menyediakan TPI untuk memudahkan pemasaran. Selain itu, dengan pembangunan sarana jual beli ikan akan menambah ramai pembeli dan dikenal masyarakat luas.

''Kami sudah mengusulkan kepada Bupati ataupun Gubernur agar dibangun sarana penampungan penjualan ikan,'' ucap dia.

Selain itu, lanjut Luwarno, petani ikan, juga membutuhkan sarana untuk menangkap ikan, antara lain jaring dan perahu motor. Peralatan sebenarnya sudah ada namun sebagian besar rusak. Selama ini nelayan menangkap ikan dengan alat seadanya sehingga hasil tangkapan ikan kurang sempurna. Karena itu, masalah sarana untuk menangkap ikan hendaknya juga mendapat perhatian dari pemerintah.

Perairan Waduk Kedungombo, ujar Luwarno, sebenarnya sangat potensial untuk sarana wisata air. Dengan demikian, tidak hanya sebagai sarana irigasi tetapi bisa untuk lomba dayung, perahu motor, rekreasi pemancingan.

Di Desa Wonoharjo sudah lama berdiri sarana pemancingan dengan fasilitas rumah makan ikan bakar. Namun masih ada kendala yang hingga kini belum bisa dipecahkan, yaitu sarana jalan menuju ke wisata Wonoharjo yang lebih dikenal dengan sebutan wana wisata itu. Kerusakan jalan berbagai desa di Kecamatan Kemusu memang memprihatinkan sehingga perbaikannya mendesak. (Suti Harjoyo-36j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA