logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SALA
Line

Longsor Landa Kecamatan Jatiyoso

Tiga Rumah Rusak, Jalan Tertutup Lumpur

KARANGANYAR - Sebuah rumah nyaris ambruk dan dua lainnya rusak akibat tertimpa talut yang longsor di Dusun Wates, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/2) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, rumah milik seorang warga RT 13 RW 4, Kasimo (60 tahun), rusak parah tertimpa talut itu.

Berbagai barang, seperti mebel dan barang elektronik, tak bisa terselamatkan. Dinding rumah itu juga berlubang besar sehingga tak layak dihuni.

Seorang tetangga korban, Suratno, menuturkan, sekitar pukul 16.00 sore seusai hujan lebat yang disertai angin, talut berketinggian enam meter di halaman milik Tukimin (40 tahun) roboh sepanjang 20 meter.

Dinding penahan itu menimpa dua rumah, milik Kasimo dan Slamet, yang terletak lebih rendah.

"Waktu itu saya tengah duduk di depan rumah yang kebetulan menghadap ke rumah Pak Kasimo. Setelah hujan lebat, tiba-tiba terdengar suara keras yang ternyata dinding talut ambrol dan menimpa rumah Slamet serta Kasimo. Waktu itu saya khawatir, kalau-kalau ada orang di rumah yang tertimpa longsor itu tetapi ternyata tak ada," ungkapnya.

Untung saja, lanjutnya, saat kejadian keluarga Slamet ataupun Kasimo tidak berada di bagian rumah yang terkena material serta longsoran tanah tersebut.

Rumah milik Kasimo ambrol sepanjang delapan meter dan panjang empat meter tertimpa dinding talut sedangkan dinding rumah Slamet remuk sepanjang delapan meter.

Sementara itu, sebagian rumah Tukimin ikut ambrol bersama talut penahan yang longsor. Akibat musibah tersebut, kerugian material total diperkirakan Rp 90 juta.

Talud Longsor

Berdasar laporan Camat Jatiyoso Eko Budi Hartoyo, kerugian yang dialami Tukimin Rp 60 juta lantaran talut dan sebagian rumahnya ambrol.

Sementara itu, Kasimo merugi sekitar Rp 20 juta karena rumahnya remuk dan barangnya tertimpa longsor. Slamet merugi Rp 10 juta karena sebagian rumahnya rusak.

Setelah terjadinya musibah tersebut, warga beramai-ramai bekerja bakti untuk memperbaiki rumah Kasimo yang kerusakannya paling parah. Dari tempat itu, material dibersihkan dan sementara waktu Kasimo menginap di rumah salah seorang tetangganya.

Tak jauh dari lokasi longsornya talud penahan, di Dusun Winong, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso sebuah bukit juga longsor dan menutup jalan masuk pekampungan tersebut dalam waktu hampir bersamaan. Jalur keluar masuk tersebut praktis macet dan hanya bisa dilalui motor.

Namun, pengguna jalan harus ekstrahati-hati lantaran lumpur yang menutup jalan tebal dan lokasi menjadi sangat licin.

Di sekitar tempat tersebut, warga bergotong royong membersihkan lumpur dan batang pohon yang tumbang di jalan.

"Berapa tahun lalu, tebing ini juga pernah longsor dan menutup jalan ini. Namun, tidak sebesar kali ini yang sampai melumpuhkan jalan," kata seorang warga, Maryanto. (G18-55j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA