| Senin, 20 Februari 2006 | SALA |
Dua Motor Diembat Teman DekatSOLO - Dua aksi pencurian motor di lokasi terpisah serta dilakukan teman dekat korban terjadi di Solo, kemarin. Yang pertama menimpa korban Wahyu Hidayat (28), warga Jalan Madukoro Semarang yang kehilangan motor Suzuki Smash AD-5413-RY. Kemudian yang kedua, dialami Sutrisno Eko (45), warga Jalan Jayawijaya, Jebres, Solo. Dia kehilangan Honda Tiger AD-4264-S seharga Rp 9,2 juta. Pencurian itu dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta di Jalan Adi Sucipto Solo, kemarin. "Perkara pencurian itu kini sedang kami tangani. Identitas pelaku sudah ada karena kedua pelaku masing-masing sudah dikenal korban dengan baik," ujar Kasat Reskrim AKP Djoko Tjahjono, kemarin. Nasib nahas Wahyu Hidayat didahului saat diajak pelaku yang mengaku bernama Bagong ke Solo. Dari Semarang, keduanya berboncengan motor milik korban, Suzuki Smash menuju tempat indekos pelaku di Sumber Tapen, Banjarsari, Solo. Karena hari telah larut malam, keduanya pun beristirahat. "Mereka menginap. Begitu korban terbangun, motornya telah raib. Bahkan, tersangka juga tak ada lagi di tempat itu. Akibat kejadian itu, korban dirugikan Rp 7 juta," ujar Kasat Reskrim. Upaya pencarian telah dilakukan korban dengan bertanya kepada tetangga indekos yang lain. Namun, sejauh ini tidak menemukan hasil. Karena itu, perkara tersebut kemudian dia laporkan ke polisi. "Antara korban dan pelaku sebenarnya berkawan akrab. Namun, entah mengapa pelaku kok tega mengerjai korbannya." Sementara itu pada hari yang sama, Sutrisno Eko juga harus merelakan motor kesayangannya, Honda Tiger keluaran 1999. Motor itu hingga kemarin masih dalam pencarian setelah "dipinjam" tersangka Hwa, teman lamanya. Kejadian itu berawal dari ajakan pelaku untuk makan siang di rumah makan Pring Sewu Jalan Adi Sucipto Solo. Sebelum korban menyelesaikan hidangannya, Hwa mendadak minta izin karena ada keperluan. "Dia lalu pinjam motor saya. Karena tak curiga, kunci Tiger saya serahkan," tutur korban kepada polisi. Rasa khawatir korban mulai muncul setelah lebih dari dua jam temannya itu tidak juga kembali ke rumah makan. Bahkan, hingga sore orang yang dia ditunggu ternyata tidak menampakkan batang hidungnya.(G10,san-55j) |