logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 RAGAM
Line

Allah sebagai Sandaran

Pertanyaan:

Pak Amin, saya sekarang sedang stres. Di usia yang keempat puluh tahun ini saya belum juga mendapat pekerjaan yang mapan dan layak. Saya pernah mencoba melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan tapi ditolak. Alasannya usiaku sudah tua. Saya tidak putus asa, dan memutuskan berwirausaha dengan berjualan gerobak dorong. Tapi, kenyataan berbicara lain. Saya bangkrut dan modal yang ada habis. Sementara itu, saya harus menghidupi seorang istri saya. O, ya perlu saya sampaikan di sini, saya sebenarnya punya saudara-saudara yang hidupnya lebih mapan, tetapi saya disingkirkan. Ini disebabkan perkawinan saya dengan mantan wanita PSK (Pekerja Seks Komersial). Sekarang, saya sedang galau. Apakah ini sudah takdir saya? Mohon solusi dari Prof. Amin.

Saudara Seto di Boyolali

Jawaban:

Saudara Seto di Boyolali. Saya memahami dan merasakan penderitaan yang Anda hadapi saat ini. Hidup ini memang penuh dengan cobaan, siapa pun kita dan status apa pun yang kita sandang Allah pasti menguji. Tentu saja maksud Allah menguji kita ini adalah untuk mengetahui tingkat keimanan kita kepada-Nya.

Mereka yang tabah dan tegar dalam kondisi apa pun, maka mereka itu akan mendapatkan balasan yang setimpal di sisi Allah. Balasan itu akan diterima di dunia ini dan di akhirat kelak.

Ka`b Al-Akhbar meriwayatkan bahwa Tuhan berfirman di dalam Taurat, Hai anak-anak Adam, jika engkau menerima apa yang datang padamu melalui nasibmu, tubuh dan hatimu akan mendapatkan kebahagiaan dan Aku akan rida kepadamu. Jika engkau tidak bersyukur terhadap apa yang telah Kutakdirkan atasmu, Aku akan menjadikan dunia sebagai majikanmu yang zalim. Maka engkau akan lari darinya, seperti orang yang lari dari seekor singa di gurun. Aku bersumpah, demi keagungan-Ku, engkau tidak akan menerima sedikit pun bagian melebihi apa yang menjadi hakmu.

Allah juga telah menegaskan dalam Al-Quran: Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan Dia pilih. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka (QS. Al-Qashash [28]: 67). Dengan demikian, pada hakikatnya kita berada dalam desain-Nya, dalam skenario-Nya yang harus siap memainkan peran-peran yang telah Dia tentukan.

Karena sebagai "Sutradara", Dia tahu lakon-lakon apa yang cocok dan serasi yang harus dimainkan oleh hamba-hamba-Nya. Dia pasti akan mengakhiri kisah hidup kita dengan happy ending.

Di sinilah pentingnya kita membaca dan menyelami lakon-lakon hidup yang kita mainkan, sehingga, peristiwa apa pun yang kita alami, baik yang senang maupun yang susah, kita jalani dan terima dengan sabar dan tawakal kepada-Nya.

Imam Sy,fi`Ó berkata: Biarkanlah hari-hari itu berlalu dengan segala peristiwanya; Dan sejahterakanlah jiwamu bila qadha telah memastikan. Jangan engkau gelisah karena kejadian-kejadian sepanjang masa. Sebab peristiwa-peristiwa dunia tak kan kekal selamanya. Jadilah engkau laki-laki kesatria dalam segala peristiwa. Dengan lapang dada dan murah hati, hiasilah dirimu. Duka dan suka tak akan selamanya. Sengsara dan sejahtera pun tak kan selamanya. Rezekimu tak kan lari karena berlambat-lambat. Dan tak pula rezeki akan bertambah dengan sebab berlelah-lelah. Apabila engkau seorang yang berhati pasrah. Maka samalah engkau dengan pemilik dunia.

Pasrah total kepada Allah (tawakal) ini jangan diartikan bersikap pasif dalam hidup. Sebaliknya, kepasrahan kepada Allah menjadi motivasi besar dalam menapaki hidup di dunia ini. Selain selalu berdoa kepada Allah, Anda juga perlu memaksimalkan seluruh potensi yang Anda miliki. Maaf, jangan-jangan Anda sebenarnya belum memaksimalkan potensi Anda.

Anda mudah putus asa ketika dihadapkan dengan berbagai kesulitan. Padahal, bagi mereka yang beriman kepada Allah, sesungguhnya di balik berbagai kesulitan itu Allah telah menyiapkan kemudahan-kemudahan. Jika Anda mudah putus asa, maka kemudahan-kemudahan itu akan lenyap dan Anda hanya akan dihadapkan dengan berbagai kesulitan baru yang pada akhirnya hanya akan membuat diri Anda tersiksa dan menderita berkepanjangan.

Oleh karena itu, selama hidup ini hendaknya terus berusaha memaksimalkan ikhtiar. Kalau Anda ditolak oleh berbagai perusahaan karena usia Anda, tidak berarti inilah takdir Anda. Karena takdir itu misteri dan kita tidak boleh saat menghadapi suatu kesulitan dengan serta merta mengatakan ini sudah takdir saya. Percayalah Allah menguji hamba-Nya itu tidak pernah melampaui batas kemampuan hamba-Nya.

Kesulitan-kesulitan yang dialami manusia itu sudah Allah pertimbangkan sedemikian rupa. Kalaupun ada yang menganggap Allah "keterlaluan" dalam menguji, itu karena ia tidak mampu menangkap hikmah-hikmah di balik kesulitan itu. Bagi yang percaya total kepada Allah, niscaya ia mampu menangkap hikmahnya.

Nah, kesulitan yang dialami Saudara Seto di Boyolali saat ini sudah berada dalam skenario-Nya, dan Dia telah mempersiapkan yang terbaik buat Anda. Untuk itu, hendaknya Anda selalu mendekatkan diri kepada Allah (berdoa) dan memaksimalkan ikhtiar, insya Allah tidak lama lagi Anda akan diberikan jalan keluar oleh Allah. Semoga ada manfaatnya. (11)

Bagi yang berminat dengan rubrik ini, kirimkan surat ke alamat Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, d/a LPK2 (Lembaga Pengembangan Keagamaan dan Kemasyarakatan) dan Lembkota Jl. Boja Km 1, Ngalian Semarang, Telepon (024) 70124706. Di atas sebelah kiri amplop ditulis "Interaktif Tasawuf"


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA