| Senin, 20 Februari 2006 | MURIA |
KPD Penyakit Kusta Percontohan di Blora (1)Merasa Senasib, Saling MerawatKUSTA bukan penyakit turunan dan bisa disembuhkan kalau diobati dengan benar. Begitu slogan pemerintah mengenai penyakit tersebut. Namun, pandangan masyarakat mengenai penyakit kusta sebagai penyakit laknat (kutukan) dan penderitanya harus dijauhi, masih belum hilang sepenuhnya. Bahkan, masih ada masyarakat yang berpandangan ekstrim, yakni penderita kusta harus diasingkan. Pandangan seperti itu memang pernah terjadi di negeri ini, pada masa kolonial dulu. Kusta dianggap sebagai penyakit kutukan, penyakit yang turun-temurun dan menular. Penyakit yang sangat berbahaya, karena bisa merusak bagian tubuh dan mengakibatkan cacat permanen bagi penderitanya, karena bagian yang terluka biasanya tergerogoti sehingga habis. Pandangan seperti itu tidak sepenuhnya salah. Karena terbukti kusta memang penyakit menular dan bisa menyebabkan cacat permanen penderitanya. Namun kalau kusta disebut sebagai penyakit turunan, apalagi penyakit kutukan, itu tidak benar. Karena terbukti, ada orang tua yang menderita kusta, ternyata anaknya ada yang tidak menjadi penderita atau sebaliknya. Dan, kusta juga terbukti bisa disembuhkan. Adalah Kelompok Perawatan Diri (KPD), salah satu yang bisa mematahkan semua anggapan masyarakat itu. KPD merupakan ''forum'' para penderita kusta, yang secara rutin menggelar pertemuan minimal satu bulan sekali. Dengan pengawasan dan bimbingan petugas kesehatan, mereka merawat diri sendiri dan saling membantu antarpenderita. Merasa senasib, para penderita kusta yang tergabung dalam KPD itu bertekad sembuh. KPD tersebut berada di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Blora. KPD merupakan projek percontohan di antara KPD-KPD lain, seperti yang ada di Brebes, Pekalongan, dan Tegal. Sejauh ini, KPD Blora yang didirikan sekitar 10 bulan lalu itu berjalan baik. Karena itu, sering menjadi rujukan penanganan penderita kusta di Jateng. Dokter Henny Indriyati MKes, kepala Sub-Dinas Pemeliharaan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Lilik Hernanto SKM MKes, beberapa waktu lalu bersama dengan tim dari Dinkes Provinsi Jateng berkunjung ke desa yang sekitar 30 penduduknya menderita kusta. Gotong Royong Ada pemandangan menarik, gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat di desa benar-benar ditunjukkan oleh penderita kusta yang menjadi anggota KPD. Ada tiga KPD di desa itu, yakni KPD di Dusun Pentil yang diketuai Sunarji, anggotanya ada 13 orang. Kemudian KPD lain ada di Dusun Karanggeneng yang diketuai Sodik, dengan delapan anggota, dan KPD Jepang yang diketuai Sarmani dengan sembilan anggota. Ketua KPD adalah dari penderita kusta, kecuali KPD Pentil yang diketuai mantan penderita. Disebut mantan, karena Sunarji kini sudah sembuh. Sunarji (48), ketua KPD Dukuh Pentil mengatakan, dirinya setiap bulan sekali mengumpulkan anggota di rumahnya. Dari tiga KPD yang ada, KPD Pentil ini yang kondisinya memprihatinkan. Karena selain kondisi ekonomi anggotanya minim, dusun ini juga belum terjangkau listrik. Tempat pertemuannya juga rumah berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk sembuh. ''Mereka ingin sembuh seperti saya, sehingga rajin hadir dalam pertemuan,'' ujarnya. Ritual pertama yang dilakukan adalah mencuci luka kusta itu dengan air dalam ember bantuan dari Puskesmas Kunduran. ''Setiap bulan petugas kami datang dan mendampingi pertemuan,'' kata dokter Sony Suharsono, kepala Puskesmas Kunduran. Antarpenderita saling menggosok luka masing-masing. Antara lain luka itu digosok dengan batu halus, agar bekas daging yang busuk di luka tersebut hilang. Setelah itu, luka dikeringkan dan diobati. Selanjutnya, di sekitar luka itu juga diberi minyak goreng, sebagai pengganti krem kulit. Hal yang sama juga dilakukan oleh KPD yang lain. Satu hal yang istimewa adalah para penderita kusta ini bisa saling terbuka, saling merawat, dan saling mengajari bagaimana cara merawat diri sendiri dengan baik. (Abdul Muiz-15s) |