logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 MURIA
Line

SD Kutoharjo 3 Diamuk Lisus

PATI- Bencana angin lisus yang menyapu sejumlah bangunan dan pepohonan, Jumat (17/2) petang lalu, menyebabkan kerusakan bangunan SD Kutoharjo 3, Kecamatan Pati, paling parah. Selain beberapa ruang kelas bagian atap gentengnya porak poranda, hal yang sama juga terjadi pada fasilitas bangunan lain.

Bahkan, ruang agama yang terletak di belakang deretan ruang kelas, bagian kerangka atap porak poranda digulung angin puting beliung itu. Kerusakan lain terjadi pada bagian atap ruang komputer dan mushala.

Di samping itu, jaringan kabel telepon dan listrik pun terputus. Sejumlah pohon mangga, baik di halaman depan maupun belakang dahannya patah. Sampai Sabtu (18/2) lalu, lokasi bangunan SD tersebut masih berantakan, sehingga murid-murid terpaksa dipulangkan.

Kerusakan juga dialami SD 1, yang berlokasi bersebelahan. Namun sedikit lebih ringan, karena hanya bagian atap genteng yang rontok disapu angin dan juga ruang koperasi yang berantakan.

Para guru dan kepala SD yang bersangkutan sudah melaporkan hal tersebut ke Dinas Pendidikan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kutoharjo Hartono, yang berkantor bersebelahan dengan SD 3, ketika dihubungi sehubungan hal tersebut menyatakan pihaknya telah menyusun laporan tentang terjadinya musibah angin lisus itu.

''Selain rumah penduduk yang bagian atapnya berantakan, kerusakan juga terjadi pada tempat ibadah, SD, dan fasilitas lain,'' ujarnya.

Rp 52,4 Juta

Kerugian yang ditimbulkan akibat musibah itu, seluruhnya diperkirakan Rp 52,4 juta. Selain dua SD, atap ruang pertemuan balai desa sebagian besar porak poranda disapu angin. Kerusakan lain juga menimpa bangunan usaha pertokoan milik desa.

Jumlah kerusakan fasilitas bangunan seluruhnya 75 buah. Jumlah tersebut belum termasuk bangunan los tempat parkir RS RAA Soewondo, yang dikelola karang taruna. Kalau ditambah dengan kerusakan bangunan tersebut dan bantuan untuk memperbaiki motor pengunjung yang rusak, total seluruh kerugian Rp 100 juta lebih.

Karena itu, pihaknya terpaksa mengajukan permintaan bantuan kepada Pemkab Pati.

Untuk kerusakan bangunan SD, pihaknya mengharap instansi terkait diminta segera turun tangan. Sebab, upaya perbaikan fasilitas pendidikan itu perlu diperbaiki secepatnya.

Jika tidak, hal tersebut tetap akan mengganggu kegiatan proses belajar-mengajar. ''Adapun yang mendesak dilakukan adalah perbaikan atap genteng dan eternit yang ambrol tertimpa reruntuhan,'' tambah Kades Kutoharjo, Hartono. (ad-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA