| Senin, 20 Februari 2006 | MURIA |
Mendesak, Perbaikan Jembatan NgesungKUDUS -Jembatan Ngesung, yang merupakan satu-satunya akses masuk menuju kawasan Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, mengalami kerusakan. Pada bahu sebelah kiri jembatan tersebut, ambrol sepanjang dua meter, sehingga mempersempit lebar jalan. Pada malam hari, lubang pada jembatan akibat ambrol tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama dari arah Rahtawu yang hendak ke wilayah bawah. Tidak adanya penerangan jalan dapat mengakibatkan pengguna jalan terperosok dalam lubang, terlebih jika bersimpangan dengan kendaraan lainnya. Posisi lubang yang ada hanya diberi tanda ranting dan batang pohon. Kondisi itu pada hari-hari biasa memang belum cukup mengganggu pengguna jalan yang melintas di jembatan. Akan tetapi pada saat penyelenggaraan prosesi di puncak Rahtawu, hal itu merupakan salah satu penyebab tersendatnya lalu lintas menuju lokasi yang mempunyai sekitar 14 petilasan tersebut. Ambles Fondasi yang menyangga jembatan tersebut ambles, sehingga jembatan sedikit menukik ke dalam. Sebagai pengganti fondasi dipasang penyangga dari batang pohon. Menurut keterangan Kepala Dusun Semliro, Desa Rahtawu, Mugianto, yang ditemui Suara Merdeka Minggu (19/2), kerusakan jembatan terjadi semenjak dua pekan yang lalu. ''Awalnya pada paskamusibah banjir beberapa waktu lalu, kemudan hari ke hari kondisi jembatan semakin parah,'' ujarnya. Menurut penuturannya, gerusan aliran air dari sungai di bawahnya mengakibatkan fondasi jembatan ambrol. Selain itu, hujan yang kerap turun mengakibatkan sejumlah bagian jembatan menjadi longsor. ''Kami sudah melaporkannya ke Dinas Pekerjaan Umum, namun belum ada tanggapan. Padahal perbaikan mendesak harus segera dilakukan, jika tidak ingin jembatan tersebut roboh,'' kata dia. Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kudus, Drs Prayit Margono mengungkapkan, perbaikan Jembatan Ngesung telah masuk dalam anggaran Kabupaten Kudus 2006. Namun demikian, realisasi perbaikan masih harus menunggu dana tersebut turun. ''Secepatnya akan diperbaiki. Namun kini APBD 2006 masih digodok oleh Gubernur. Kita menunggu hingga dana tersebut cair,'' jelasnya. (tik-15) |